| | Pekan Olahraga Nasional XIX/2016 adalah ajang olahraga nasional utama yang diselenggarakan di Bandung, Jawa Barat, dari tanggal 17 sampai 29 September 2016.[1] Diperkirakan Sekitar 8403 atlet diluar atlet tuan rumah. Provinsi termuda Kalimantan Utara akan memulai debutnya di ajang PON, pada edisi kali ini.
PON XIX/2016 terdiri dari 44 cabang olahraga dengan total nomor
pertandingan, 366 pertandingan putra, 297 pertandingan putri, 36
pertandingan campuran dan 57 pertandingan terbuka di 68 Venue yang
tersebar di 16 Kabupaten/Kota di Jawa Barat, memperebutkan 756 medali emas[2], 756 medali perak[3], dan 954 medali perunggu dan, 12 cabang olahraga eksibisi. [4]
Cabang olahraga Bisbol, Gulat gaya Grego romawi, Futsal, dan Sepak bola hanya mempertandingkan nomor putra, cabang olahraga Renang indah, dan Senam ritmik hanya mempertandingkan nomor putri, sementara cabang olahraga Layang gantung, Paralayang, Berkuda, Balap motor, dan Dansa tidak membedakan nomor pertandingan berdasarkan jenis kelamin peserta.[5]. Cabang olahraga Hoki, Berkuda, Drum band, dan Dansa akan kembali dipertandingkan kembali setelah absen di PON XVIII,[6] sementara cabang olahraga Renang perairan terbuka akan memulai debutnya pada PON edisi kali ini.[7]
Jawa Barat[8]
terpilih sebagai tuan rumah pada Rapat anggota Komite Olahraga Nasional
Indonesia (KONI) 2010 di Jakarta pada tanggal 27 April 2010.[9] Bandung terakhir kali menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Nasional pada tahun 1961[10], dan pertama kalinya sejak tahun 2000, Pekan Olahraga Nasional berlangsung di Pulau Jawa.[11]
Pemilihan tuan rumah
Pada tanggal 18 Maret 2010, dua Provinsi Jawa Barat dan Banten mengajukan diri menjadi tuan rumah PON XIX/2016.[12]Jawa Barat terpilih menyingkirkan Banten
sebagai tuan rumah PON XIX/2016 secara aklamasi dengan mendapatkan
dukungan 246 suara dari 49 pengurus besar (PB) dan 33 pengurus provinsi
yang hari pada pemilihan tanggal 27 April 2010.[13][14]
Pembangunan dan Persiapan
Panitia Pengurus Besar (PB) Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX di Jawa Barat, dilantik pada tanggal 11 November 2013 dengan Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan sebagai ketua umum[15][16].
Prioritas pertama dari PB PON Jawa Barat adalah menyiapkan gelanggang
arena pertandingan olahraga, baik dengan membangun tempat pertandingan
baru maupun memperbaiki yang sudah ada,[16] PB PON juga akan bekerja sama dengan Pemerintah Kota Bandung untuk mempercepat penyelesaian pembangunan Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GLBA) di Gedebage, yang akan direncanakan untuk tempat pembukaan dan penutupan PON XIX/2016.[16]
Pada tanggal 12 mei 2014, Pemerintah Provinsi Jawa Barat
menggelontorkan dana awal sebesar Rp. 277 miliar dari dana APBD Provinsi
Jawa Barat, dengan alokasi Rp. 140 miliar untuk pembangunan fasilitas
baru dan Rp. 137 miliar untuk perbaikan fasilitas yang ada.[17].
Sebanyak 59 venue pertandingan yang direncanakan akan digunakan untuk
PON XIX/2016, 42 venue merupakan lama yang direnovasi, 9 venue sewaan,
dan 8 venue baru,[18][19], antara lain: GOR Bandung[20]
(Bulu tangkis dan tarung derajat), Lapangan Futsal ITB Jatinangor
(untuk cabang olahraga futsal), Graha Laga Satria ITB Jatinangor (pencak
silat), Kolam Renang Si Jalak Harupat (polo air), Gedung Serba Guna
Tinju Pelabuhan Ratu (tinju), dan Arena Panjat Tebing Cikole Lembang.[19]
Adanya keterlambatan dalam penyelesaian GOR Bandung, membuat PB PON
XIX/2016 pada tanggal 8 April 2016 berencana memindahkan pertandingan
Bulu tangkis ke GOR Bima Cirebon dan Tarung derajat ke GOR ITB
Jatinangor.[21].
Pada tanggal 28 Mei 2016, Ketua PB PON XIX/2016, Ahmad Heryawan
menandatangani SK pemindahan venue tiga cabang olahraga, yaitu Bulu
tangkis dari GOR Bandung ke ke GOR BIMA Cirebon, Tarung derajat dari GOR
Bandung ke GOR Padjajaran, Kota Bandung, dan Balap motor dari Sirkuit Gerimang Kabupaten Subang ke Sirkuit Bukit Pesar di Kota Tasikmalaya,[22] membuat jumlah kabupaten/kota yang menjadi tuan rumah menjadi 16 kabupaten/kota.
Pada tanggal 8 Juni 2016, Ketua Bidang Pertandingan PON XIX/2016
Jabar, Yudha Munajat Saputra menyatakan kemungkinan adanya pemindahah
lokasi pertandingan cabang olahraga tenis meja dari Telkom Convention
Hall ke GOR ITB Jatinangor dikenakan adanya kegiatan akademis Telkom
University sampai bulan agustus 2016, hal ini menyebabkan tidak dapat
dilakukan tes arena pertandingan yang harus dilakukan tiga bulan sebelum
pembukaan PON XIX/2016.[23]
Pada tanggal 12 Juli 2016 dilaporkan proses pemindahan sudah hampir
100 % rampung, dan diharapkan bisa segera dilakukan test event di arena
pertandingan.[24]
Gelanggang Olahraga dan Infrastruktur
Gelanggang olahraga untuk pertandingan PON XIX/2016 akan tersebar di 16 Kabupaten/Kota di Jawa Barat, sebagian besar akan dilaksanakan di Kabupaten/Kota yang berada di Kawasan Bandung Raya, yaitu Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kota Cimahi, dan Kabupaten Sumedang.
Untuk akomodasi atlet dan ofisial di hotel dengan fasilitas minimal
bintang tiga. PB PON bekerja sama dengan Perhimpunan Hotel dan Restoran
(PHRI) Jawa Barat
telah menginventaris dan menyiapkan sekitar 800 hotel. Pengaturan
penempatan atlet dilakukan dengan memperhitungkan jarak dan waktu tempuh
ke arena pertandingan, dengan perkiraan jarak tempuh sekitar 15 menit
sampai satu jam antar kedua tempat. Semua posko utama kontingen akan
berada di Kota Bandung.
PON XIX/2016 mempunyai 68 Gelanggang Olahraga, yang tersebar di 16 Kabupaten/Kota di Jawa Barat.
- Kota Bandung
| Lokasi |
Venue |
Cabang Olahraga |
Kapasitas |
| Sport Jabar Arcamanik |
Lapang Voli Pasir |
Bola voli pantai |
|
| Lapangan Baseball |
Bisbol |
|
| Gymnasium, Graha Laga Satria, Graha Laga Tangkas |
Senam |
|
Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan,
Universitas Pendidikan Indonesia |
Gymnasium FPOK UPI |
Taekwondo, Hoki Indoor |
7.000 |
| Lapang Softball FPOK UPI |
Sofbol Putri |
|
| Sporthall FPOK UPI |
Sepak takraw |
1.000 |
| Kolam Renang FPOK UPI |
Renang, Renang Indah, Loncat Indah |
|
| Kompleks Olahraga Saparua |
GOR Saparua |
Judo, Gulat |
|
| Lapang Sepatu Roda Saparua |
Sepatu roda |
|
| Kompleks Olahraga Siliwangi |
Arena Billiard Graha Siliwangi |
Biliar |
|
| Arena Squash Graha Siliwangi |
Skuas |
|
| Arena Bowling Graha Siliwangi |
Boling |
|
| Stadion Siliwangi |
Kriket |
36.000 |
| Lapang Tenis Siliwangi dan Taman Maluku |
Tenis |
|
- Kabupaten Bandung
| Lokasi |
Venue |
Cabang Olahraga |
Kapasitas |
| Sarana Olah Raga Si Jalak Harupat |
Stadion Si Jalak Harupat |
Sepak bola |
40.000 |
| GOR Jalak Harupat |
Angkat Besi, Angkat Berat, Bola voli indoor |
|
| Jalan raya sekitar Si Jalak Harupat |
Sepatu roda (team time trial dan maraton) |
|
| Kolam Renang Si Jalak Harupat |
Polo Air |
|
| Lapangan Softball Jalak Harupat |
Sofbol Putra |
|
| Lapangan Hockey Jalak Harupat |
Hoki Lapangan |
|
| Lapangan Panahan Jalak Harupat |
Panahan |
|
- Kabupaten Bandung Barat
- Kabupaten Sumedang
| Lokasi |
Venue |
Cabang Olahraga |
Kapasitas |
| Institut Teknologi Bandung kampus Jatinangor |
Graha Laga Satria |
Pencak Silat |
5.000 |
| Lapang Futsal ITB Jatinangor |
Futsal |
1.800 |
| GOR 3 |
Tenis Meja |
1.700 |
| Venue |
Cabang Olahraga |
Kapasitas |
| Bukit Batudua Gunung Lingga |
Layang gantung/Gantolle, Paralayang |
|
| Bandung Giri Gahana Golf |
Golf |
|
- Kota Cimahi
| Venue |
Cabang Olahraga |
| Lapang Tembak Cisangkan |
Menembak |
| Velodrome Munaip Saleh |
Balap Sepeda (Trek) |
- Kabupaten Bogor
| Venue |
Cabang Olahraga |
Kapasitas |
| Stadion Pakansari |
Atletik, Orkes barisan (Drum Band), Sepak bola |
60.000 |
| Stadion Anggraini |
Sepak bola |
|
- Kabupaten Indramayu
| Venue |
Cabang Olahraga |
| Pantai Tirtamaya |
Renang perairan terbuka, Selam (Laut) |
| Pantai Balongan Indah |
Layar |
- Kabupaten Pangandaran
- Kabupaten Subang
- Kabupaten Karawang
| Venue |
Cabang Olahraga |
| Situ Cipule |
Dayung, Kano, Perahu naga |
- Kabupaten Sukabumi
| Venue |
Cabang Olahraga |
| GSG Tinju Pelabuhan Ratu |
Tinju |
- Kota Cirebon
| Venue |
Cabang Olahraga |
| GOR Bima |
Bulu tangkis |
| Kolam Renang Catherine Surya, Kompleks Bima Madya |
Selam (Kolam) |
- Kabupaten Bekasi
- Kota Bekasi
- Kabupaten Ciamis
| Venue |
Cabang Olahraga |
| Sirkuit Taman Hutan Kota Cigembor |
Balap Sepeda BMX |
- Kota Tasikmalaya
| Venue |
Cabang Olahraga |
| Sirkuit Bukit Peusar |
Balap motor |
Keamanan
Proses pengamanan PON XIX/2016 akan dilaksanakan oleh Kepolisian Daerah Jawa Barat, dengan dibantu oleh Tentara Nasional Indonesia, Polisi Pamong Praja,
dan instansi terkait lainnya. Salah satu isu yang menjadi perhatian
utama adalah mewaspadai adanya ancaman terorisme terutama terkait dengan
adanya tragedi terorisme bom Sarinah, Jakarta. [25]
Langkah teknis pengamanan akan dilakukan dari hulu hingga hilir. Di
fase hulu, segala hal yang berkenaan dengan tahapan persiapan PON
XIX/2016, Kepolisian Daerah Jawa Barat
sudah menyiapkan tim advokasi. Sistem pengamanan akan dilaksanakan
dengan tiga opsi masing-masing refresif, persuasif serta
preventif.Penggunaan tiga opsi langkah tersebut, didasarkan atas
pertimbangan potensi bahaya di masing-masing wilayah.[26]
Pendanaan
Kirab Obor
Prototipe dari obor PON XIX/2016 diperkenalkan ke publik pada tanggal
16 Maret 2016, dengan tinggi 70 cm dan berat 2 Kg. Bagian atas dari
obor dibuat dari kuningan dengan menampilkan motif batik “Kawung Ece”
dari Kabupaten Garut
dengan logo PON XIX/2016. Bahan kayu yang digunakan adalah “kayu
ruyung” yakni kayu dari pohon kawung atau enau” Selain obor, pada kirab
api PON itu juga akan disertakan lentera yang berbentuk motif Gedung
Sate. Kemudian tungku untuk menyimpan api. [27]
Api PON XIX/2016 Jawa Barat akan diambil dari sumber api abadi di Desa Majakerta Kecamatan Balongan, Kabupaten Indramayu
pada tanggal 5 September 2016 pukul 07.00, pengambilan api dilakukan
oleh Ketua Umum KONI Pusat, Tono Suratman didampingi Bupati Indramayu Hj
Anna Sophanah. Selanjutnya obor Api PON diserahkan kepada Kopda
Yulianto dari Arhanudse Kodam III Siliwangi dan diarak oleh pasukan
gabungan menuju alun-alun Indramayu yang berjarak sekitar lima
kilometer.[28] Kirab api PON yang akan melintasi 27 kabupaten/kota di Jawa Barat.
Perjalanan Api PON direncanakan akan menempul 1.005,4 kilometer.
Kabupaten/Kota terakhir yang disinggahi dalam satu hari kirab obor akan
menjadi tempat disemayamkannya api PON, sebanyak 10 Kabupaten/Kota akan
menjadi tempat disemayamkannya Api PON selama satu malam, kecuali Kota
Bekasi yang akan menjadi tempat bersemayam Api PON selama 3 (tiga) hari
dari tanggal 10 sampai 12 September dikarenakan adanya jeda libur Idul Adha.[29]
Pada tanggal 16 September, Api PON akan diarak menuju Balai Kota Bandung untuk kemudian menuju Gedung Sate
untuk disemayamkan terakhir kalinya. Pada tanggal 17 September, Kirab
Api PON akan diberangkatkan menuju tempat upacara Pembukaan PON XIX/2016
di Stadion Gelora Bandung Lautan Api.[30]
Rute Kirab Obor
5 September (Hari 1)
6 September (Hari 2)
7 September (Hari 3)
8 September (Hari 4)
9 September (Hari 5)
10 September (Hari 6)
11 September (Hari 7)
12 September (Hari 8)
13 September (Hari 9)
14 September (Hari 10)
15 September (Hari 11)
16 September (Hari 12)
17 September (Hari 13)
Pesta Olahraga
Upacara Pembukaan
Upacara pembukaan akan berlangsung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Kota Bandung pada tanggal 17 September 2016.
Cabang Olahraga
Program Pekan Olahraga Nasional XIX memperlombakan 44 cabang olahraga dengan total 65 disiplin dan 756 pertandingan.
Cabang Olahraga Eksibisi
Provinsi peserta
Sebanyak 34 Provinsi termasuk provinsi baru Kalimantan Utara[32][33], berpartisipasi dalam PON XIX/2016 di Bandung, Jawa Barat.
| Peserta Pekan Olahraga Nasional XIX |
Aceh (279)
Sumatera Utara (309)
Sumatera Barat (348)
Riau (336)
Kepulauan Riau
Jambi (231)
Sumatera Selatan (224)
Bangka Belitung (91)
Bengkulu (40)
Lampung (140)
Daerah Khusus Ibukota Jakarta (902)
Banten (311)
Jawa Barat (1.945) (tuan rumah)
Jawa Tengah
Daerah Istimewa Yogyakarta (323)
Jawa Timur (737)
Bali (362)
Nusa Tenggara Barat (118)
Nusa Tenggara Timur (76)
Kalimantan Barat (178)
Kalimantan Tengah
Kalimantan Selatan (226)
Kalimantan Timur (651)
Kalimantan Utara
Sulawesi Utara
Gorontalo
Sulawesi Tengah (89)
Sulawesi Barat (43)
Sulawesi Selatan (321)
Sulawesi Tenggara (69)
Maluku (63)
Maluku Utara (49)
Papua Barat
Papua (380)
|
Jadwal
Seluruh waktu menggunakan Waktu Indonesia Barat (UTC+07:00)
Jadwal pertandingan berdasarkan technical handbook dari masing-masing cabang olahraga[34]
| UB |
Upacara Pembukaan |
● |
Pertandingan |
1 |
Perebutan medali emas |
UT |
Upacara Penutupan |
Perolehan medali
- Legenda
Provinsi tuan rumah ditandai dengan warna lavender biru
Upacara Penutupan
Upacara penutupan juga akan berlangsung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Kota Bandung pada tanggal 29 September 2016.
Prangko
Pada tanggal 9 September 2016, PT Pos Indonesia
meluncurkan seri prangko bertemakan PON XIX/2016. Seri prangko tersebut
didesain oleh Anwar Firdaus dengan menampilkan asli Jawa Barat yang
menjadi maskot PON XIX/2016 dan Peparnas XV/2016 yaitu surili. Selain
itu juga menampilkan 12 cabang olahraga yang dipertandingkan di PON
XIX/2016 diantaranya, terjun payung, sepak bola, paralayang, dan bisbol
yang mewakili olahraga air, kedirgantaraan, terukur, bela diri dan
olahraga permainan. PT Pos menyiapkan sebanyak 50 lembar prangko untuk
diedarkan di seluruh Indonesia.[38]
Selain prangko juga dijual empat sampul hari pertama yang merupakan
amplop sekaligus prangko, dan 15 lembar kartu pos dengan desain cabang
olahraga yang dipertandingkan di PON XIX.[39]
Lagu resmi
Pada acara hitung mundur 111 hari menjelang PON 2016 di Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat pada tanggal 29 Mei 2016, lagu 'Berjaya di Tanah Legenda' resmi diluncurkan sebagai lagu resmi PON XIX/2016 dan Peparnas XV/2016.[40] Lagu ini dinyanyikan oleh vokalis grup musik Gigi, Arman Maulana. Lagu tersebut diciptakan dan diaransemen oleh komposer Dwiki Dharmawan, dan liriknya diciptakan oleh budayawan Eddy D. Iskandar.[40][41] Lagu ini menjadi lagu latar untuk iklan layanan masyarakat "Berjaya di Tanah Legenda" yang menjadi video promosi untuk PON XIX/2016 dan Peparnas XV/2016.
Logo
Logo Pekan Olahraga Nasional 2016
Logo PON XIX/2016 dirancang oleh Humroti, mahasiswi Institut Seni Indonesia Yogyakarta, pemenang sayembara logo PON XIX/2016 dan Pepernas XV/2016. Kujang menjadi logo resmi PON XIX/2016 dan Pepernas XV/2016, kujang merupakan senjata khas tradisional Jawa Barat.
Elemen dasar logo adalah bentuk Kujang (senjata tradisional khas Jawa
Barat) yang terbentuk dari api obor yang berkobar sebagai simbol
semangat untuk meraih prestasi tertinggi. Kepala kujang berwarna merah
menjadi simbol bahwa hanya yang memiliki semangat tertinggi dan yang
terkuat yang mampu menjadi juara pada PON XIX. Lima bagian obor yang
berwarna-warna mewakili jari tangan manusia; sebagai simbol pelaksanaan
PON XIX dan Peparnas XV digenggam oleh Jawa Barat sebagai tuan rumah. [42][43]
Dalam logo PON XIX 2016 Jawa Barat,
terdapat enam lingkaran yang terbentuk dari lima lingkaran Olympic
sebagai simbol olahraga universal; dipadukan dan diperkuat oleh satu
lingkaran tambahan sebagai simbol persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia, sekaligus simbol semangat untuk berjaya di tanah legenda, tanah Jawa Barat. Dalam logo Peparnas XV 2016 Jawa Barat,
ada tiga lekuk dinamis yang merepresentasikan semangat dan dinamika
para difabel untuk berjaya di tanah legenda Jawa Barat. Tulisan PON dan
PEPARNAS berwarna biru sebagai simbol profesional. Angka Romawi
berwarna merah dan tahun berwarna hitam menunjukan semangat
penyelenggaraan ke sekian kalinya. Sementara tipografi khusus untuk
frasa Jawa Barat mencerminkan kekuatan tradisi provinsi Jawa Barat sebagai penyelenggara. Secara ringkas, makna filosofi logo tersebut menunjukkan bahwa penyelenggaran PON kembali ke Jawa Barat sebagai tuan rumah penyelenggaraan PON XIX.[43]
Maskot
Maskot Pekan Olahraga Nasional 2016 Lili dan Lala
Pemilihan maskot PON XIX/2016 dan Peparnas XV/2016 dilakukan secara sayembara, pada tanggal 8 Maret 2014 diumumkan Surili akan menjadi maskot PON XIX/2016, pembuat desain maskot tersebut adalah Tony Suhendar, seorang karyawan swasta asal Kota Bandung. Surili dipilih karena merupakan hewan asli Jawa Barat dengan status dilindungi oleh IUCN (The International Union for Conservation of Nature) sejak tahun 1974. Keberadaan Surili hanya dapat ditemukan di kawasan hutan konservasi Taman Nasional Gede Pangrango
dengan populasi hanya antara 4000 - 6000 ekor. Sebagai maskot, Surili
dikenakan Iket alias pengikat kepala khas Jawa Barat yang mencerminkan
nilai luhur tradisi dan karakter masyarakat Jawa Barat, yakni “Cageur,
Bageur, Bener dan Pinter”. Pemilihan satwa endemik tersebut sebagai
maskot PON XIX dan Peparnas XV 2016 Jawa Barat ini juga untuk
menumbuhkan kesadaran masyarakat guna semakin melindungi dan
melestarikannya. [42][44]
Tiket
Mekanisme pembelian tiket diumumkan pada tanggal 15 Maret 2016,
penjualan tiket diberlakukan untuk acara pembukaan dan penutupan PON di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Kota Bandung, dan 16 cabang olahraga populer yang dilaksanakan di gelanggang, yaitu Sepak bola, Bola voli indoor, Bulu tangkis, Tarung derajat, Tinju, Renang, Renang indah, Sepak takraw, Wushu, Bola basket, Tenis lapangan, Gulat, Judo, Futsal, dan Dansa.
Sementara cabang olahraga lainnya dapat disaksikan secara gratis.
Pembelian tiket secara online dilakukan mulai April hingga 16 September
2016, dan pembelian langsung di arena pertandingan dilakukan mulai 17 –
29 September 2016. [45]
Masalah dan Kontroversi
Penggunaan Stadion Gelora Bandung Lautan Api
Pembukaan
dan penutupan PON XIX/2016 pada awalnya direncanakan akan dilaksanakan
di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GLBA), Kota Bandung,[46] namun setelah dilakukan uji kelayakan berkaitan dengan adanya kasus korupsi dalam pembangunan stadion ini[47][48],
Kabareskrim Komjen Pol Budi Waseso pada tanggal 29 Juli 2015
menyarankan agar Stadion Gedebage tidak digunakan dikarenakan konstruksi
bangunan yang tidak layak[49]. Gubernur Jawa Barat,
Ahmad Heryawan pada tanggal 29 Agustus 2015 memutuskan untuk
memindahkan acara pembukaan dan penutupan PON XIX/2016 ke Stadion Si
Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung.
Adanya pemindahan
lokasi ini kemudian memunculkan reaksi, Walikota Bandung, Ridwan Kamil
memperjuangkan untuk kembali memindahkan pembukaan PON XIX/2016 ke
Stadion Gelora Bandung Lautan Api[52],
Kementerian Pemuda dan Olahraga Indonesia (Kemenpora) juga mengusahakan
untuk meminta izin ke Kepolisian Republik Indonesia untuk menggunakan
Stadion Gelora Bandung Lautan Api.. Pada tanggal 28 Januri 2016 diadakan
pertemuan antara Bareskrim Polri dengan Ketua Pengurus Besar PON Ahmad
Heryawan dan Walikota Bandung, Ridwan Kamil di Mabes Polri, Jakarta.
Hasil dari pertemuan tersebut disetujui untuk melakukan perbaikan
Stadion Gelora Bandung Lautan Api[55].
Perbaikan mulai dilakukan pada tanggal 10 Februari 2016, perbaikan
diharapkan bisa dilakukan sebelum pembukaan PON XIX/2016, agar bisa
dievaluasi kelayakannya.
Pada tanggal 19 Juni 2016, Ketua Pengurus Besar PON Ahmad Heryawan
menyatakan Stadion GLBA masih memungkinkan untuk menjadi tempat
pembukaan PON XIX/2016 jika dapat menyelesaikan perbaikan pada bulan
Juli 2016.[62] Pada tanggal 30 Juni 2016, Ketua Pengurus Besar PON Ahmad Heryawan
menandatangai Surat Keputusan (SK) penetepan GLBA sebagai lokasi
pembukaan dan penutupan PON XIX/2016, dengan pertimbangan sejak awal
memang direncanakan sebagai lokasi pembukaan dan jarak dengan lokasi
pembukaan dekat dengan penginapan kontingen peserta.[63]
Jumlah cabang olahraga
PON
XIX/2016 mempertandingkan sebanyak 44 cabang olahraga merupakan yang
terbanyak sepanjang sejarah penyelenggaraan PON. Kementerian Pemuda dan
Olahraga Indonesia
(Kemenpora) melalui Deputi Peningkatan Prestasi Kemenpora Djoko Pekik
Irianto, meminta untuk mengkaji ulang jumlah cabang olahraga yang
dipertandingkan,[ agar
lebih menyesuaikan dengan cabang olahraga yang dipertandingkan di Asian
Games dan Olimpiade. Penambahan cabang olahraga Kriket, Dansa, dan
Drumband
dikritisi oleh Koni Jawa Timur sebagai bukti penyelenggaraan PON tidak
lagi memiliki orientasi yang jelas dalam pembinaan olahraga di Tanah
Air, ketiga cabang tersebut dianggap bukan merupakan cabang olahraga
prestasi dikarenakan tidak adanya ajang pertandingan tingkat
internasional.
Perubahan Jadwal
Pada Awalnya, PON XIX/2016 akan dilaksanakan pada tanggal 9-21
September 2016, Namun, sehubungan dengan adanya kegiatan yang bersamaan
dengan Idul Adha 1437H, maka jadwal pelaksaan PON XIX/2016 diundur 8
hari dari semula, yaitu tanggal 17-29 September 2016.
Konflik Kemenpora dan PSSI
 Artikel
utama untuk bagian ini adalah: Persatuan Sepak Bola Seluruh
Indonesia#Konflik PSSI dengan Pemerintah, Pembekuan PSSI dan Sanksi FIFA
Adanya
konflik antara Kementrian Pemuda dan Olahraga dengan Persatuan Sepak
Bola Seluruh Indonesia (PSSI) dimulai dengan pembekuan PSSI oleh
kemenpora pada 17 April 2015, sehingga FIFA menjatuhkan sanksi pada
tanggal 30 Mei 2015 dikarenakan adanya intervensi dari pemerintah,
menyebabkan sepak bola terancam tidak dipertandingkan di PON XIX/2016,
Pra PON sepak bola pada awalnya direncanakan akan terbagi menjadi enam
zona pertandingan : Sumatera, Jawa, Bali-Nusa Tenggara, Kalimantan,
Sulawesi, dan Maluku-Papua dan akan dilaksanakan pada oktober - november
2015, namun terjadi pembatalan sejumlah pertandingan dikarenakan tidak
adanya izin dari pihak kepolisian dan tidak mendapatkan rekomendasi dari
tim transisi.
Setelah beberapa bulan terkatung-katung, pada akhirnya pada bulan
januari 2016 ditetapkan bahwa jadwal pertandingan Pra PON akan
dilaksanakan di lima stadion di Jawa Barat, untuk lima zona pertandingan
kecuali sumatera, yang telah menyelesaikan pra PON sepak bola di ajang
Pekan Olahraga Wilayah Sumatera - IX, di Pangkal Pinang, Bangka Belitung
dari tanggal 12 sampai 21 november 2015.
Dualisme kepengurusan PTMSI
Dualisme
kepengurusan Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) menimbulkan
masalah adanya dua Pra Pon Tenis meja, kepengurusan dibawah pimpinan
Marzuki Alie yang didukung Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI)
Pusat menggelar Pra Pon di Kota Bandung, Jawa Barat dari 18-25 Oktober
2015 yang didukung oleh KONI Pusat diikuti sebanyak 32 provinsi dan kubu
Komisaris Jendral (Purnawiran) Oegroseno menggelar Pra Pon di Denpasar, Bali
tanggal 19-26 Oktober 2015,. Untuk menghindari kemungkinan gagal lolos
ke PON XIX/2016 Pengurus Provinsi PTMSI Jawa Timur mengirimkan dua tim..
Adanya dualisme ini menyebabkan ketidakjelasan mengenai status bagi tim
yang lolos ke PON XIX/2016, sejumlah tim yang ikut pra pon di Denpasar,
Bali mendapati kuota atlit yang lolos berkurang, atau tidak ada sama
sekali.
Penggunaan Dana Bantuan Desa
Untuk membantu pendanaan PON XIX/2016 yang telah menghabiskan biaya Rp 2,3 triliun, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan
mengeluarkan kebijakan mengalihkan dana bantuan desa masing-masing
sebesar Rp 100 juta untuk 5.319 desa di Jawa Barat dengan total Rp 531,9
miliar untuk PON XIX/2016. Setelah mendapat reaksi penolakan dari sejumlah kepala desa se-Jawa Barat,
pengalihan dana dilakukan dengan tetap membayar dana desa sebesar Rp 50
juta untuk tahun 2016 dan Rp 50 juta digunakan untuk membantu
pembiayaan PON XIX/2016, dan akan dibayarkan ke masing-masing desa pada
tahun 2017. |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar