Pekan Olahraga Nasional XIV
PON XIV diselenggarakan di Jakarta dan dimulai pada tanggal 9 September 1996 sampai dengan 25 September 1996 dan dibuka oleh Presiden ke-2 RI, Soeharto. Sebanyak 4915 atlet terdiri dari 3283 putra dan 1632 putri bersaing mewakili daerah masing-masing untuk menjadi atlet terbaik Indonesia. Pekan Olahraga Nasional (PON) XIV mempertandingkan 35 cabang olahraga ditambah lima cabang eksibisi dengan jumlah medali 502 emas, 502 perak, dan 592 perunggu. PON XIV menyedot dana sebesar Rp28 miliar.JAKARTA -- Mulai hari ini, tujukan perhatian ke Senayan. Sebanyak
4.915 atlet -- terdiri dari 3.283 putra dan 1.632 putri -- bersaing
mewakili daerah masing-masing untuk menjadi atlet terbaik Indonesia.
Pekan Olahraga Nasional (PON) XIV, yang sore ini dibuka Presiden
Soeharto di Stadion Utama Senayan, merupakan pesta olahraga terbesar
yang diselenggarakan negeri ini. Mempertandingkan 35 cabang olahraga
-- ditambah lima cabang eksibisi -- dengan jumlah medali 502 emas, 502
perak, dan 592 perunggu, PON ini menyedot dana yang tak kecil, Rp 28
miliar.
Serangkaian acara telah dipersiapkan pada pembukaan PON, yang
disebut-sebut sebagai PON prestasi ini. Sebanyak 6.000 siswa sekolah
menengah se-DKI Jakarta akan memperlihatkan kemampuannya dalam paduan
suara, pencak silat, tari, dan senam masssal garapan koreografer
Sentot Sudhiarto.
PON ini dibuka Presiden pada pukul 16.00 dengan menekan tombol sirene,
dilatarbelakangi pelepasan burung merpati, balon-balon berwarna merah
putih, kemudian diikuti dengan upacara pengibaran bendera PON,
penyalaan Api PON di kaldron yang dilakukan Donald Pandiangan (mantan
atlet panahan).
Donald akan menyalakan kaldron dengan cara membidikan anak panah
berapi. Detik-detik ketika Donald menyalakan Api PON di kaldron ini,
mengingat pada upacara Pembukaan Olimpiade 1992 di Barcelona, Spanyol.
"Ketepatan Donald membidik sasaran di puncak kaldron amat dibutuhkan
sebagai puncak acara," kata Wakil Ketua Bidang Upacara Panitia PON XIV
Amrum Bastama.
Selain atlet artis pun akan ada yang terlibat. Mereka adalah penyanyi
Emilia Contessa dan Yan Berlin. Keduanya akan menyanyikan Mars PON
tepat di bawah kaldron yang telah menyala. Menurut Amrum, mereka sudah
menyiapkan diri sejak Februari lalu. Rangkaian acara pembukaan ini
bertema "Gelora Prestasi Nusantara." Sekitar 100 ribu orang
diperkirakan akan menyaksikan langsung prosesi tersebut. Mereka adalah
warga Jakarta dan sekitarnya yang dikerahkan oleh para wali kota.
Rangkaian acara akan berlangsung hampir selama empat jam, mulai pukul
14.00 dan berakhir pukul 17.40. Seperti PON sebelumnya, seluruh atlet
dan ofisial juga akan berdefile.
Persaingan pada PON XIV diperkirakan akan berlangsung ketat. Bagi
Jakarta, sebagai tuan rumah, meski mereka sudah tujuh kali
berturut-turut menjadi juara umum, namun agaknya bukan jaminan bahwa
gelar tersebut akan dengan mudah dipertahankan.
Ini kerena prestasi olahraga di daerah-daerah pun terlihat semakin
berkembang. Sejumlah daerah pun telah memiliki fasilitas olahraga yang
memadai dan atlet-atlet nasional sehingga merupakan ancaman bagi
tradisi juara umum DKI Jakarta.
Ketua KONI DKI Jakarta Kusnan Ismukanto mengemukakan, meraih gelar
juara umum pada PON XIV nanti bukan tugas yang mudah, meskipun DKI
Jakarta masih memiliki sejumlah atlet-atlet nasional yang dapat
diandalkan untuk meraih medali emas.
"Jika kami dapat menjadi juara umun dengan selisih perolehan medali
yang sangat tipis, itu sudah merupakan prestasi yang bagus untuk saat
ini," kata Kusnan.
Meskipun Jatim dan Jabar yang merupakan saingan berat dari DKI
Jakarta, sementara ini targetnya hanya hingga ke peringkat dua besar,
namun menurut Kusnan hal tersebut bukan berarti DKI Jakarta sudah
pasti menjadi juara umum.
Pada PON XIV 1996, sebanyak 518 atlet DKI Jakarta akan tampil di 34
cabang olahraga. Hanya di cabang sepakbola DKI Jakarta tidak
mengirimkan timnya karena gagal pada babak kualifikasi. Kontingen DKI
Jaya memancangkan target untuk mempertahankan gelar juara umum.
Untuk mencapai target itu, DKI Jakarta telah menyiapkan atletnya mulai
Januari 1995 lalu dan sejak Juli 1996 hingga awal September ini mereka
dibina secara intensif dalam Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda).
Makin meratanya persaingan atlet di PON, terutama antara atlet dari
DKI Jakarta, Jabar dan Jatim, sudah terlihat dalam beberapa tahun ini
berdasarkan hasil-hasil pertandingan kejurnas dan babak kualifikasi
PON XIV.
Berdasarkan catatan prestasi dalam kejurnas di berbagai cabang
olahraga sejak 1995, terlihat gelar juara umum tidak selalu menjadi
milik DKI Jakarta.
Dalam kejurnas di tahun 1995 dan 1996, DKI Jakarta berhasil menjadi
juara umum pada cabang judo, menembak, renang dan karate, sementara
pada kejurnas di cabang lainnya gagal dijuarai atlet DKI Jakarta.
Jabar saat ini berpeluang meraih medali terbanyak di cabang taekwondo,
catur dan tinju karena di cabang tersebut mereka mendominasi pada
kejurnas 1995/1996.
Sementara itu, Jatim yang tahun ini bertekad menggeser Jabar dari
peringkat dua PON, telah membuktikan ketangguhannnya pada cabang
panahan dan ski air.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar