Minggu, 09 Oktober 2016

PON XIV JAKARTA

Pekan Olahraga Nasional XIV

 PON XIV diselenggarakan di Jakarta dan dimulai pada tanggal 9 September 1996 sampai dengan 25 September 1996 dan dibuka oleh Presiden ke-2 RI, Soeharto. Sebanyak 4915 atlet terdiri dari 3283 putra dan 1632 putri bersaing mewakili daerah masing-masing untuk menjadi atlet terbaik Indonesia. Pekan Olahraga Nasional (PON) XIV mempertandingkan 35 cabang olahraga ditambah lima cabang eksibisi dengan jumlah medali 502 emas, 502 perak, dan 592 perunggu. PON XIV menyedot dana sebesar Rp28 miliar.

JAKARTA -- Mulai hari ini, tujukan perhatian ke Senayan. Sebanyak
    4.915 atlet -- terdiri dari 3.283 putra dan 1.632 putri -- bersaing
    mewakili daerah masing-masing untuk menjadi atlet terbaik Indonesia.
                                      
      Pekan Olahraga Nasional (PON) XIV, yang sore ini dibuka Presiden
    Soeharto di Stadion Utama Senayan, merupakan pesta olahraga terbesar
    yang diselenggarakan negeri ini. Mempertandingkan 35 cabang olahraga
   -- ditambah lima cabang eksibisi -- dengan jumlah medali 502 emas, 502
    perak, dan 592 perunggu, PON ini menyedot dana yang tak kecil, Rp 28
                                  miliar.
                                      
       Serangkaian acara telah dipersiapkan pada pembukaan PON, yang
    disebut-sebut sebagai PON prestasi ini. Sebanyak 6.000 siswa sekolah
   menengah se-DKI Jakarta akan memperlihatkan kemampuannya dalam paduan
      suara, pencak silat, tari, dan senam masssal garapan koreografer
                             Sentot Sudhiarto.
                                      
   PON ini dibuka Presiden pada pukul 16.00 dengan menekan tombol sirene,
   dilatarbelakangi pelepasan burung merpati, balon-balon berwarna merah
       putih, kemudian diikuti dengan upacara pengibaran bendera PON,
   penyalaan Api PON di kaldron yang dilakukan Donald Pandiangan (mantan
                              atlet panahan).
                                      
      Donald akan menyalakan kaldron dengan cara membidikan anak panah
    berapi. Detik-detik ketika Donald menyalakan Api PON di kaldron ini,
   mengingat pada upacara Pembukaan Olimpiade 1992 di Barcelona, Spanyol.
    "Ketepatan Donald membidik sasaran di puncak kaldron amat dibutuhkan
   sebagai puncak acara," kata Wakil Ketua Bidang Upacara Panitia PON XIV
                               Amrum Bastama.
                                      
   Selain atlet artis pun akan ada yang terlibat. Mereka adalah penyanyi
     Emilia Contessa dan Yan Berlin. Keduanya akan menyanyikan Mars PON
   tepat di bawah kaldron yang telah menyala. Menurut Amrum, mereka sudah
     menyiapkan diri sejak Februari lalu. Rangkaian acara pembukaan ini
        bertema "Gelora Prestasi Nusantara." Sekitar 100 ribu orang
   diperkirakan akan menyaksikan langsung prosesi tersebut. Mereka adalah
     warga Jakarta dan sekitarnya yang dikerahkan oleh para wali kota.
   Rangkaian acara akan berlangsung hampir selama empat jam, mulai pukul
   14.00 dan berakhir pukul 17.40. Seperti PON sebelumnya, seluruh atlet
                      dan ofisial juga akan berdefile.
                                      
     Persaingan pada PON XIV diperkirakan akan berlangsung ketat. Bagi
         Jakarta, sebagai tuan rumah, meski mereka sudah tujuh kali
    berturut-turut menjadi juara umum, namun agaknya bukan jaminan bahwa
              gelar tersebut akan dengan mudah dipertahankan.
                                      
     Ini kerena prestasi olahraga di daerah-daerah pun terlihat semakin
   berkembang. Sejumlah daerah pun telah memiliki fasilitas olahraga yang
      memadai dan atlet-atlet nasional sehingga merupakan ancaman bagi
                      tradisi juara umum DKI Jakarta.
                                      
     Ketua KONI DKI Jakarta Kusnan Ismukanto mengemukakan, meraih gelar
     juara umum pada PON XIV nanti bukan tugas yang mudah, meskipun DKI
      Jakarta masih memiliki sejumlah atlet-atlet nasional yang dapat
                    diandalkan untuk meraih medali emas.
                                      
    "Jika kami dapat menjadi juara umun dengan selisih perolehan medali
   yang sangat tipis, itu sudah merupakan prestasi yang bagus untuk saat
                             ini," kata Kusnan.
                                      
       Meskipun Jatim dan Jabar yang merupakan saingan berat dari DKI
   Jakarta, sementara ini targetnya hanya hingga ke peringkat dua besar,
     namun menurut Kusnan hal tersebut bukan berarti DKI Jakarta sudah
                         pasti menjadi juara umum.
                                      
    Pada PON XIV 1996, sebanyak 518 atlet DKI Jakarta akan tampil di 34
        cabang olahraga. Hanya di cabang sepakbola DKI Jakarta tidak
   mengirimkan timnya karena gagal pada babak kualifikasi. Kontingen DKI
      Jaya memancangkan target untuk mempertahankan gelar juara umum.
                                      
   Untuk mencapai target itu, DKI Jakarta telah menyiapkan atletnya mulai
   Januari 1995 lalu dan sejak Juli 1996 hingga awal September ini mereka
      dibina secara intensif dalam Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda).
                                      
    Makin meratanya persaingan atlet di PON, terutama antara atlet dari
   DKI Jakarta, Jabar dan Jatim, sudah terlihat dalam beberapa tahun ini
    berdasarkan hasil-hasil pertandingan kejurnas dan babak kualifikasi
                                  PON XIV.
                                      
       Berdasarkan catatan prestasi dalam kejurnas di berbagai cabang
    olahraga sejak 1995, terlihat gelar juara umum tidak selalu menjadi
                             milik DKI Jakarta.
                                      
    Dalam kejurnas di tahun 1995 dan 1996, DKI Jakarta berhasil menjadi
    juara umum pada cabang judo, menembak, renang dan karate, sementara
     pada kejurnas di cabang lainnya gagal dijuarai atlet DKI Jakarta.
                                      
   Jabar saat ini berpeluang meraih medali terbanyak di cabang taekwondo,
     catur dan tinju karena di cabang tersebut mereka mendominasi pada
                            kejurnas 1995/1996.
                                      
     Sementara itu, Jatim yang tahun ini bertekad menggeser Jabar dari
      peringkat dua PON, telah membuktikan ketangguhannnya pada cabang
                            panahan dan ski air.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar