Sabtu, 26 November 2016

LOGO DAN MASKOT PON XVIII RIAU 2012

LOGO DAN MASKOT PON XVIII RIAU 2012




LAYAR DAN GELOMBANG.
Layar dan Gelombang  melambangkan lambang daerah “Lancang Kuning” yang mempunyai makna :
  •  Daerah  Riau  dialiri  oleh  empat sungai besar yaitu: Sungai Kampar, Sungai Rokan, Sungai Indragiri dan Sungai Siak, dimana keempat sungai tersebut merupakan sumber kehidupan yang merupakan kebesaran rakyat Riau
  • Lancang memberikan simbol bahwa kehidupan penuh dengan semangat yang berpacu menuju prestasi.
  • Gelombang laut melambangkan kedinamisan masyarakat Riau bergerak terus menerus tanpa berhenti menghantarkan kemajuan negeri.
  • Warna  merah,  kuning  dan  hijau melambangkan bahwa Riau mempunyai budaya yang tinggi.
LINGKARAN  BERKAIT
Melambangkan  semangat sportifitas yang tinggi dalam persaudaraan menuju prestasi PON.
HURUF DAN ANGKA
Menunjukkan    penyelenggaraan  PON XVIII Tahun 2012 Provinsi Riau.



MASKOT PON XVIII RIAU 2012




BURUNG SERINDIT
WUJUD KESELURUHAN MASKOT
Terinspirasi dari bentuk burung Serindit yang juga sudah dijadikan simbol fauna khas Riau yang melambangkan semangat, enerjik dan kontinuitas gerakan mengejar prestasi bersumber dari rasa keinginan individual untuk memberikan sesuatu yang terbaik bagi kelompok, daerah dan prestasi nasional secara umum.
HURUF DAN ANGKA
Menunjukkan kegiatan PON yang ke XVIII Tahun 2012 diadakan di Provinsi Riau.
OBOR DENGAN API YANG BERKOBAR MENYALA
Sebagai gambaran yang lebih menjurus pada rasa semangat yang menyala-nyala, tak kunjung padam dalam lingkaran makna esensial dunia keolahragaan.
BUSANA MELAYU YANG DIKENAKAN BURUNG SERINDIT
Simbol lokalitas budaya Riau dengan penduduknya yang berbudaya Melayu dengan penonjolan ciri khas pada busana Melayu.
SELEMPANG DADA DENGAN TULISAN PEKAN OLAHRAGA NASIONAL XVIII
Pertanda simbol kebesaran sebagai ajang prestisius dalam bidang olahraga yang mengedepankan rasa sportifitas.
TAPAK (POST STAGE) MELINGKAR DENGAN TULISAN RIAU 2012
 Pertanda tempat dan tahun penyelenggaraan.

Maskot PON JABAR 2016

Kenapa Maskot PON XIX 2016 Harus Surili Lili dan Lala?


Pencak Silat PON XIX/DWI SETYADI/PR
JAWA Barat menjadi tempat berlangsungya perhelatan akbar PON XIX 2016. Sebagaimana umumnya tuan rumah, pelaksana harus memiliki maskot. Untuk itu, diadakan sayembara desain maskot PON XIX.
Pada 8 Maret 2016 ditetapkanlah maskot beserta logo PON XIX di Aula Barat Gedung Sate, Bandung. Untuk maskot, pilihan jatuh pada surili yang merupakan hewan sejenis kera rancangan Tony Suhendar asal Kota Bandung. Maskot surili jantan dinamai Lili sedangkan betina bernama Lala. Namun, bagi sebagian orang, bahkan orang Sunda, banyak yang belum akrab dengan surili.
Surili adalah hewan primata khas dari bagian barat pulau Jawa dan hampir punah. Dalam bahasa Inggris, hewan itu punya beberapa nama seperti Javan Surili,Grizzled Leaf Monkey, Java Leaf Monkey, dan Javan Grizzled Langur. Nama latin binatang itu adalah Presbytis comata.
Surili Jawa terdiri atas dua sub spesies yakni Presbytis comata comata yang hidup di Jawa Barat dan Presbytis comata fredericae yang terdapat di Jawa Tengah.
Umumnya warna tubuh surili dewasa mulai dari kepala sampai bagian punggung yaitu hitam atau cokelat dan keabuan. Warna rambut jambul dan kepala berwarna hitam. Rambut yang tumbuh dibawah dagu, dada dan perut, bagian dalam lengan dan kaki dan ekor, berwarna putih. Warna kulit muka dan telinga hitam pekat agak kemerahan. Bulu anak yang baru lahir berwarna putih dan memiliki garis hitam mulai dari kepala hingga ekor.
Alasan dibalik penetapan Surili sebagai maskot PON kali ini, selain hampir punah, Surili juga merupakan satwa yang hanya terdapat di Jawa Barat dan Banten. Dengan demikan, satwa ini merupakan satwa yang khas dan tidak dapat dijumpai di daerah lain.
Sebagai maskot PON, surili didandani dengan memakai iket atau ikat kepala khas Sunda. Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar sempat menyatakan, maskot itu mencerminkan karakter nilai luhur kejawabaratan, yaitu cageur, bageur, bener, jeung pinter (sehat, murah hati, benar, dan pandai).
Nilai filosofi dari maskot PON ini diharapkan dapat diterapkan pada insan olahraga yang pada akhirnya akan melahirkan masyarakat Jawa Barat yang unggul dalam prestasi dan berkontribusi pada masyarakat luas. Pemilihan maskot itu juga bisa menjadi ajang kampanye guna melindungi keberadaan surili agar tetap lestari. (Qisthi Rabathi Solihat)***

Selasa, 08 November 2016

Catatan-catatan Kericuhan PON Jabar 2016

Catatan-catatan Kericuhan PON Jabar 2016
Cabang-cabang olahraga bela diri menjadi yang paling disorot dengan terjadinya berbagai aksi protes terhadap keputusan wasit. Berikut adalah daftar berbagai kericuhan yang terjadi sepanjang dua pekan penyelenggaraan PON.

Sepak Bola - Minggu (18/9)

Terjadi perkelahian antarsuporter ketika DKI Jakarta menghadapi Jawa Barat di babak penyisihan grup di Stadion Pakansari, Cibinong, Bogor. Akibat insiden itu, kick-off tertunda sampai 20 menit.

Judo - Sabtu (17/9)

Menilai banyak keputusan wasit yang kontroversial dan cenderung menguntungkan tim Jawa Barat, Kontingen Judo Jawa Timur mengeluarkan aksi protes dengan membuat petisi. Beberapa kontingen dari Bali, Lampung, DIY, dan Sumatra Utara pun ikut menandatangani petisi tersebut.

Aksi protes berlanjut hingga hari Senin dengan tidak mendatangi tempat pertandingan. Sementara itu, kontingen DKI Jakarta yang dijadwalkan bertanding melawan Banten di nomor beregu putra datang ke arena pertandingan hanya untuk memberikan hormat. Mereka lalu turun dari arena pertandingan dan langsung meninggalkan arena.

Karate - Senin (21/9)

Ketua Pengurus Provinsi Federasi Olahraga Karate Indonesia (Forki) Dody Rahmadi Amar melakukan protes keras.

Dalam surat resmi yang ditembuskan kepada Ketua Umum PB FORKI, Ketua Umum PB PON, Gubernur DKI Jakarta, Ketua Umum KONI Pusat dan Ketua Umum FORKI DKI Jakarta disebut ada tiga poin tuntutan. Pertama, meminta mengganti sistem penyediaan pengundian wasit dan juri yang akan memimpin pertandingan dengan sistem manual.

Kedua, memohon agar anggota dewan wasit dari Jawa Barat untuk tidak ditempatkan pada Tatami Manajer (TM). Serta meminta agar pada saat atlet DKI bertanding tidak menggunakan wasit/juri dari tuan rumah agar tidak menimbulkan ketidakobyektifan dan merugikan tim lain.

Ketua Umum PB Forki, Gatot Nurmantyo, juga sempat merasa kesal dengan berbagai kontroversi. Ia bahkan tidak mau mengalungi medali kepada pemenang dan memberikan jempol terbalik kepada wasit seraya meninggalkan lokasi pertandingan.

Polo Air - Senin (19/9)

Insiden ricuh terjadi kala tim polo air putra Jawa Barat berhadapan Sumatera Selatan di babak semifinal. Pertandingan terhenti sementara karena tensi memanas dan kedua tim sempat saling baku hantam di kolam renang. Kericuhan kemudian meluas ke atas tribun, yang salah satunya melibatkan pria berseragam militer.

Karate - Senin (21/9)

Ofisial serta tim pelatih karate Sulsel melakukan protes keras, bahkan beberapa suporter juga mengamuk di arena, lantaran tidak terima keputusan wasit di semifinal beregu karate putri Sulsel melawan tim DKI Jakarta.

Kejadian terjadi saat karateka Sulsel Wiwi Pratiwi melawan wakil DKI. Wasit sudah memutuskan poin untuk Sulsel, namun manajer DKI melayangkan protes sehingga keputusan awal kemudian dianulir. Poin Sulsel kemudian dibatalkan, dan protes DKI diterima.

Wushu Sanda - Rabu (21/9)

Final wushu Sanda antara atlet Sumatera Utara Rosalina dan atlet Jawa Barat Selviah Pratiwi berakhir ricuh di GOR Padjadjaran, Bandung.

Ketua Pengprov Wushu Jabar Edwin Sanjaya tak puas dengan keputusan wasit dan turun ke lapangan. Edwin bahkan nekat naik ke atas matras dan mengajak seluruh wasit untuk berkelahi. Merasa tidak dilayani, Edwin memprovokasi penonton Jabar untuk turun ke lapangan.

Buntut kericuhan itu, dalam sidangnya pada Kamis (22/9) malam di Bandung, Dewan Hakim PB PON memutuskan atlet wushu Sumut, Rosalina, dan atlet wushu Jabar Selviah sebagai juara bersama. Kedua atlet itu pun berhak mendapat medali emas dari wushu sanda kelas 52 kg putri.

Basket - Rabu (21/9)

Pada akhir kuarter keempat, para pemain Papua Barat melakukan protes setelah wasit membuat beberapa keputusan yang dinilai merugikan tim mereka. Papua Barat memang tengah terjepit setelah kedudukan mereka tertinggal.

Protes itu bukan cuma dilakukan oleh satu atau dua pemain. Suasana makin panas setelah salah satu ofisial Papua Barat naik ke tribune penonton. Kemudian seluruh pemain Papua Barat menggeruduk wasit. Wasit berlari ke luar GOR dan petugas keamanan berusaha untuk melerai kedua belah pihak agar ricuh tak berlanjut.

Berkuda Nomor Pacuan

Sembilan dari 12 peserta protes keras karena menganggap panitia mengistimewakan tuan rumah. Jabar menerima dua wildcard di nomor pacuan dan bisa langsung tanding di final, tanpa harus melewati babak penyisihan terlebih dahulu.

Sembilan daerah yang mengajukan protes adalah, Sulawesi Barat, Jawa Timur, DKI Jakarta, Riau, Sumatera Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, dan Nusa Tenggara Timur. Sedangkan Jabar, Jawa Tengah dan Yogyakarta tidak ikut mendukung surat protes ini.

Menurut manajer berkuda DKI Jakarta, Alex Asmasoebrata, di Pordasi (Persatuan Berkuda Seluruh Indonesia) tidak ada fasilitas wild card.

Biliar - Kamis (22/9)

Kontingen biliar DKI Jakarta menganggap Panitia pelaksana dan PB POBSI terlalu mudah mengganti peraturan. Menurut pelatih biliar DKI, M Azhari Tanjung, ada kejanggalan ketika ada beberapa nomor yang dihapus dalam PON 2016.

Snooker 15 yang biasa dipertandingkan di SEA Games juga tidak ada do PON 2016.

Senam Artistik - Kamis (22/9)

Riau dan Jawa Timur menjadi juara bersama cabang olahraga senam artistik nomor gelang-gelang. Kabid Legalitas dan Advokasi Kontingen Riau, Meidizon Dahlan,  dan Pelatih Senam Riau, Ahmad Markos, melakukan protes keras karena menganggap atletnya, M. Afrizal, tampil bagus

Setelah itu akhir video senam atlet kembali dibuka lagi di depan para atlet, pelatih wasit. Hasilnya para pelatih sepakat atlet Riau M Afrizal layak menyabet medali emas.

Namun kontingen Jawa Timur yang sebelumnya telah dinyatakan meraih emas tidak mau dirugikan. Akhirnya diputuskan medali emas bersama yang diraih M Aprizal bersama atlet Jawa Timur, Dwi Samsul Arifin.

Drumband - Jumat (23/9)

Bupati Bogor Nurhayanti terpaksa dievakuasi dari Gedung Kesenian, Kabupaten Bogor, setelah keributan terjadi pada pengumuman final Lomba Unjuk Gelar (LUG) Cabang Drumband pada PON XIX/2016 Jabar, Jumat malam.

Keributan terjadi saat KONI Aceh dan perwakilan tim DKI Jakarta memprotes keputusan dewan juri pada hasil Final LUG yang dimenangkan oleh Provinsi Banten sebagai peraih medali emas.

----

Lima tim mengadakan pertemuan dan membuat sikap bersama terkait penyelenggaraan perlombaan drum band di PON kali ini. Kelimanya adalah Banten, Aceh, Jambi, DKI Jakarta, dan DI Yogyakarta. Beberapa dari kelima provinsi itu juga sempat melakukan protes langsung saat pengalungan medali.

Sepatu Roda -- Jumat (23/9)

Lintasan belum dilengkapi alat penghitung waktu digital sehingga perlombaan sepatu roda hanya memakai manual, atau stopwatch. Perhitungan waktu pun tidak diumumkan satu persatu setelah atlet tampil, tapi setelah seluruh atlet menyelesaikan perlombaannya.

Pada kelas ITT 300 meter putra, hasil perhitungan panitia tidak sama dengan catatan waktu beberapa kontingen.

Hasil panitia menyatakan atlet Jawa Barat mendulang medali emas atas nama Azmi Al Ghifari Djayadi dengan catatan waktu, 00.26.256 detik. Disusul Mirko Andrasari dari DKI Jakarta 26.258 detik di posisi kedua. Sedangkan medali perunggu diraih Jatim, Reza Oktoriyanto (00.26.463 detik).

Sementara catatan waktu dari tim DKI Jakarta dan Jatim menunjukkan medali emas harusnya jatuh ke atlet DKI.

Tinju - Jumat (23/9)

Dua kontingen, yakni Papua dan Kalimantan Timur melakukan protes keras terhadap wasit hakim yang dianggap tidak sportif. Hal itu memicu kericuhan di dalam dan luar arena.

Tim tinju Kaltim memprotes keputusan wasit hakim yang memenangkan petinju Jabar, Sulvana, pada kelas ringan (60 kg) putri atas Wasti Hiskinda dengan skor 2-1. Protes keras yang dilakukan Kaltim sempat menunda beberapa saat pertandingan berikutnya karena perangkat komputer milik wasit hakim dibanting oleh seorang ofisial Kaltim.

Sementara itu, tim tinju Papua memprotes keputusan wasit hakim yang memenangkan petinju Papua Barat, Selly Wanimbo, pada kelas laying (48 kg) putri. Namun, protes dari Papua masih dalam tahap wajar dan tak memicu kerusuhan.

Gulat 74 KG - Sabtu (24/9)

Kericuhan terjadi saat pegulat Jabar Heri Fadli menghadapi Rendi dari Kalimantan Selatan. Pegulat tuan rumah sempat memimpin dengan skor 5-3. Tapi, beberapa saat kemudian muncul protes dari tim pelatih Kalsel yang menilai wasit pertandingan tidak fair dalam memberikan poin kepada pegulatnya.  
Protes keras dari kubu Kalsel disambut sejumlah suporter dari perwakilan daerah dengan meneriaki perangkat pertandingan. Bahkan, ada yang melempar sejumlah botol minuman ke arena pertandingan.

Beberapa tim ofisial berharap wasit pertandingan asal Korea Selatan yang memimpin laga tersebut diganti dengan memberikan teriakan 'ganti wasit' berkali-kali. Situasi tidak kondusif ini menjadikan laga semifinal diskors oleh panitia pertandingan

Sepak Bola - Rabu (28/9)

Seremoni pengalungan emas sempat diwarnai protes tim Sulawesi Selatan. Mereka menolak pengalungan medali perak sebagai bentuk kekecewaan Sulsel pada laga adu penalti.

Ketua Asosiasi Provinsi (Asprov) Sulsel, Muyladi, melontarkan protes karena ada gangguan dari tribun pada saat adu penalti.

“Dua penendang (penalti) kami dilaser tadi, di komentator televisi juga sudah bilang. Ini tidak sportif. Kalau Gubernur tak minta maaf, kami tak akan ikut upacara,” ujar Mulyadi. (vws)
SUMBER:CNN INDONESIA 

Jumat, 14 Oktober 2016

5 Momen Tak Terlupakan PON Jabar 2016

5 Momen Tak Terlupakan PON Jabar 2016

1. Jawa Barat Akhiri Paceklik 55 Tahun Juara Umum PON






Gelar juara umum PON 2016 tampaknya sangat spesial bagi Jawa Barat. Pasalnya, pencapaian ini mengakhiri paceklik gelar selama 55 tahun di ajang PON.

Jabar keluar sebagai juara umum usai mengumpulkan total 531 medali dengan rincian 217 emas, 157 perak dan 157 perunggu.

Pencapaian ini tak mampu dikejar Jawa Timur yang berada di peringkat kedua dengan 405 medali dan DKI Jakarta di posisi ketiga dengan 376 medali.

Selain itu, Jabar juga sukes mengawinkan gelar juara umum dengan medali emas dari cabang sepak bola. Hal ini terjadi usai Jabar mengalahkan Sulawesi Selatan dengan skor akhir 5-4 melalui drama adu penalti di Stadion di Stadion Si Jalak Harupat, Rabu (28/9/2016).

2. Akhir Manis Generasi Emas Voli Putri Jawa Barat





Tim voli putri Jawa Barat sukses menyabet medali emas PON XIX 2016 usai mengalahkan Jawa Timur di final, Rabu (28/9/2016). Medali emas ini sekaligus menjadi akhir bagi beberapa atlet voli putri Jabar.

Seperti diketahui, tim voli putri Jawa Barat diisi oleh atlet-atlet berlabel bintang, yakni Amalia Fajrina Nabila, Agustin Wulandhari, Yolla Yuliana, Wahida Muntaza, Wilda Siti Nurfadilah, Putri Andya, dan Tri Retno Mutiara.

Dalam skuat PON 2016, ada empat pevoli putri yang juga sempat mengantarkan Jabar meraih medali emas di PON 2012, Riau. Mereka adalah Amalia Fajrina Nabila, Agustin Wulandhari, Yolla Yuliana, serta Komang Bumi Rekta.

Sayangnya, pada PON 2020 di Papua, wajah dan permainan empat pevoli putri itu tidak bisa kita nikmati lagi. Faktor usia menjadi alasan Amalia, Agustin, Yolla, dan Komang tidak lagi ambil bagian di PON Papua 2020. Keputusan ini tampaknya menjadi akhir dari generasi emas voli putri Jabar di ajang PON.

3. Banyaknya Kericuhan




Ajang PON yang seharusnya menjadi puncak dari piramida olahraga di Indonesia justru kerap tercoreng dengan beberapa insiden kericuhan yang memalukan. Permasalahan yang sebenarnya sering terjadi disetiap gelaran PON kembali lagi terjadi pada tahun ini.

Salah satu kericuhan yang paling memalukan terjadi di cabang polo air. Pada saat itu, pertandingan Polo Air antara Jawa Barat melawan Sumatera Selatan menjadi ajang adu jotos pemain dan penonton. Kejadian berawal ketika salah satu atlet Jabar memukul atlet dari Sumatera Selatan. Adu pukul dan saling kejar pun tak terhindarkan di dalam kolam renang.

Imbas kejadian tersebut menular ke tribun penonton. Suporter tuan rumah yang didominasi aparat TNI terlihat terpancing dengan melempari kontingen Sumsel dengan botol air mineral.

Tak hanya cabor polo air, cabang lain seperti sepak bola, hanggar, wishu, tinju hingga gulat juga tak luput dari kericuhan. Bahkan, pada cabor gulat, seorang atlet sampai harus diamankan oleh pihak keamanan karena berbuat onar.

4. Kapal Tenggelam di Cabor Layar



Kecelakaan sempat terjadi pada Hari terakhir lomba perahu layar pada PON Jabar 2016. Pasalnya, perahu yang mengangkut sejumlah tamu penting yang disediakan oleh panitia mengalami kebocoran sehingga tenggalam di Pantai Balongan, Indramayu, Selasa (27/9/2016). Beruntung tak ada korban jiwa dalam kecelakaan ini.

Insiden bermula ketika perahu VIP ini berlayar untuk melihat jalannya lombat. Di dalam kapal terdapat Wakil Ketua Umum III PB Porlasi, Laksamana TNI AL Joni Awuy, pimpinan KONI Kepulauan Riau dan Banten, serta tamu undangan lainnya, termasuk mantan atlet layar putri Jawa Barat, Dian Ursula Maria.

Naas, tiba-tiba perahu mengalami kebocoran dan tenggelam di tengah laut. Beruntung, juri-juri yang sedang mengawal para atlet langsung menuju lokasi kapal VIP yang bocor.

Para penumpang dievakuasi secepatnya dengan perahu-perahu juri yang langsung merapat. Setelah menyelamatkan ke-12 penumpang, perahu VIP itu kemudian ditarik ke Pantai Balongan. Hanya saja, belum sampai ke daratan, kapal itu sudah lebih dulu tenggelam dan kandas di sekitar pantai.

5. Pecahnya Rekor Dunia di PON Jabar


Atlet angkat berat Lampung, Sri Hartarti mampu memecahkan rekor dunia di angkatan bench press pada Selasa (27/9/2016) di Gymnasium Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung.

Sri mencatatkan total angkatan 569 kg, dengan rincian angkatan deadlift (DL) 199 kg, bench press (BP) 147,5 kg, dan squat 222,5 kg. Ia juga mampu meraih medali emas PON Jabar 2016 dan memecahkan rekor dunia atas namanya sendiri yang dibuat pada kejuaraan dunia 2013 di Norwegia, yakni 141 kg menjadi 147,5 kg di angkatan bench press.

Bila dibandingkan dengan peraih medali perak angkat berat putri kelas 57 kg, total angkatan Sri berbeda jauh. Lifter Kalimantan Timur, Margareth, mencatatkan total angkatan 532,5 kg, sedangkan peraih medali perunggum Julaiha hanya membuat total angkatan 490 kg.
Sumber:Lipuran 6

 

Rabu, 12 Oktober 2016

Papua Raih Suara Terbanyak Tuan Rumah PON 2020

 Provinsi Papua memperoleh suara terbanyak dalam pemungutan suara calon tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) XX tahun 2020 dengan meraih 66 suara pada Rapat Anggota Tahunan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) 2014 di Jakarta, Selasa (11/3).

Setelah Papua, Bali dan Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) merupakan dua provinsi yang masuk tiga besar calon tuan rumah PON XX/2020 dengan perolehan suara yang sama, yaitu masing-masing 46 suara.
"Papua siap menjadi tuan rumah PON XX. Apabila Papua menjadi tuan rumah, maka akomodasi, konsumsi dan transportasi lokal akan gratis," ujar Gubernur Papua Lukas Enembe sebelum pemungutan suara dilakukan.
Lukas mengatakan Papua menegaskan komitmennya sebagai tuan rumah PON XX 2020 dengan menandatangani nota kesepahaman bersama yang isinya seluruh akomodasi, konsumsi dan transportasi lokal tidak akan dikenakan biaya dan ditandatangani oleh provinsi pendukung lainnya.
Lukas mengatakan Papua memiliki kekayaan alam yang belum diketahui secara nasional, oleh karena itu PON XX/2020 bisa menjadi perantara agar keindahan Papua dikenal oleh masyarakat Indonesia maupun dunia internasional.
Menurut Lukas, sarana dan prasarana olahraga untuk penyelenggaraan PON XX direncanakan berada di Kota Jayapura dan tersebar di lima kabupaten, yaitu Kabupaten Jayapura, Timika, Merauke, Biak, dan Jaya Wijaya.
Ia menambahkan sarana olahraga yang tersedia dan siap dipergunakan mencapai kurang lebih 60 persen, dan delapan sarana tambahan dibutuhkan untuk melengkapi 100 persen kebutuhan penyelenggaraan pertandingan.
"Papua memiliki kekayaan alam yang berlimpah. Silakan para atlet dan tim pendukungnya datang ke Papua. Kami siap menjamu kehadiran kalian," kata Lukas.

Rekor PON RIAU 2012

PON RIAU 2012: 147 Rekor Baru Tercipta

 Selama perhelatan Pekan Olahraga Nasional XVIII 5-20 September 2012 di Riau Sebanyak 147 rekor baru tercipta.Menurut catatan panitia, rekor-rekor tersebut meliputi 137 rekor PON, sembilan rekor nasional, satu rekor Sea Games, dan satu rekor Asia.Rekor nasional tercipta pada cabang atletik (dua rekornas), angkat besi (3) dan selam (4). Pada cabang selam, juga tercipta satu rekor Asia.Lifter putri Lilis Idaningsih dari Jabar berhasil memecahkan rekor Asia untuk nomor angkat berat di kelas 84 kg dengan total angkatan 637 kg.Dia mengalahkan rekor Asia sebelumnya yang dipegang oleh lifter China, Chang Yawen dengan total angkatan 625 kg.Sementara rekor Sea Games dipecahkan pelari Eddy Zakaria dari Jatim di nomor lari 110 meter gawang dengan waktu 13,7 detik, mengungguli pelari Thailand Jamras Rittidet.Atlet yang memecahkan rekor terbanyak pada cabang renang (36 atlet), disusul angkat berat (27 orang), atletik (21 atlet) dan selam 15 atlet.Secara keseluruhannya, total 122 atlet yang berhasil memecahkan rekor, sebagian besar rekor PON. (Antara/RA)

Selasa, 11 Oktober 2016




PON XIX/2016 Hasilkan Lima Rekor Dunia

  Pekan Olahraga Nasional (PON) 2016, pesta olah raga terbesar di Tanah Air yang berlangsung sejak 17 September lalu, secara resmi ditutup oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla di Gelora Bandung Lautan Api, Bandung, Kamis.

Api di kaldron yang menyala selama 13 hari penuh itu, secara perlahan meredup dan kemudian mati, menandakan usainya pesta olahraga yang diikuti lebih dari 9.000 atlet dari 34 propinsi itu.

Tuan rumah Jawa Barat tidak hanya tampil sebagai juara umum, tapi juga mencatat rekor sebagai kontingen dengan perolehan medali terbanyak dalam sejarah, yaitu 217 emas, 157 perak dan 157 perunggu.

Jawa Timur berada di peringkat kedua dengan perolehan 132 emas, 138 perak dan 134, disusul juara bertahan DKI Jakarta di peringkat ketiga (132-124-118).

Acara penutupan secara resmi diawali mengheningkan cipta yang dipimpin oleh Wapres Jusuf Kalla untuk menghormati korban bencana alam di Garut dan Sumedang yang terjadi saat pelaksanaan PON 206.

Dalam kata sambutan tanpa teks, Wakil Presiden Jusuf Kalla menyatakan bahwa selama dua minggu para atlet telah berjuang, bertanding dan berkompetisi, serta bergembira bagi yang menang.

"Kita semua mengharapkan pekan olahraga ini berdampak terhadap pembinaan, bukan hanya pertandingan dan kompetisi, tapi juga pembinaan kakuatan fisik, kerja sama, kejujuran serta kebanggaan," kata Jusuf Kalla

Selanjutnya Wapres menyatakan bahwa semua berharap PON 2020 yang akan berlangsung di Papua akan berlangsung lebih baik dan lebih sukses lagi.

"Saya juga menyampaikan penghargaan dan ucapan selamat khususnya kepada Jawa Barat, serta ucapan terima kasih atas penyelenggaraan PON yang suudah berjalan dengan baik," katanya menambahkan.

Sementara itu Ketua Panitia PON 2016 yang juga Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan dalam laporannya menyampaikan bahwa pihaknya mengakui masih banyak kekurangan disana sini, tapi seluruh komponen panitia, masyarakat dan dibantu pengusaha telah melakukan yang terbaik."Memang ada sekitar 11 pertandingan yang bermasalah, tapi itu hanya riak kecil dan hanya 0,25 persen saja," kata pria yang akrab disapa Aher itu.

Ahmad Heryawan juga menegaskan bahwa hanya terdapat sembilan sanggahan soal pertandingan, tapi nyaris tidak ada keluhan soal akomodasi dan fasilitas lainnya. "Nyaris tidak ada keluhan untuk akomodasi dan sarana lain, hampir semua peserta menyatakan puas," katanya menegaskan.

Selain sukses penyelenggaraan, Aher juga menyatakan terdapat kesuksesan dalam prestasi dengan indikator terpecahkannya 89 rekor PON, 33 rekor nasional, satu rekor SEA Games, 22 rekor Asia, serta lima rekor dunia.

Sukses ekonomi menurut Aher juga dirasakan oleh berkah bagi masyarakat, yaitu di bidang konsumsi, peralatan olahraga, hotel, restoran, konveksi, dan transportasi. "Sukses PON 2016 ini akan kami wariskan kepada Papua yang akan menjadi tuan rumah pada 2020," katanya menambahkan.

Upacara penutupan yang juga dihadiri Menpora Imam Nahrawi dan Ketua DPR Ade Komarudin tersebut dilanjutkan dengan penyerahan bendera PON dari Ahmad Heryawan selaku Ketua Umum PB PON 2016/Jabar kepada Gubernur Papua Lukas Enembe yang akan menjadi Ketua Umum PB PON 2020.

Atraksi selanjutnya adalah hiburan yang menampilkan penyanyi Doe Sumbang dengan lagu andalannya "Arti Kehidupan", dilanjutkan dengan sederetan artis dan musisi asal Jabar lainnya, diantaranya Kikan dan Band Coklat, serta Andi Rif.

Sumber:Kompas.com


Papua Siap Menjadi Tuan Rumah PON XX 2020 

 Gubernur Papua Lukas Enembe menyatakan daerah siap menjadi penyelenggara PON XX nanti. “Kami siap, kita bisa berjumpa di Papua 2020,” kata Gubernur Papua Lukas Enembe, Rabu, 28 September 2016.

Lukas mengatakan, sudah mempersiapkan diri. Penyelenggaraan PON XX kemungkinan paling banyak digelar di Jayapura dan Timika. “Selain infrastrukturnya paling mantap, juga transportasinya bagus,” kata dia. Dua kota itu misalnya, sejumlah kota yang bisa didarati pesawat berbadan besar.

Lukas mengaku, biaya yang dibutuhkan untuk mempersiapkan diri menadi tuan rumah relatif besar karena harga barang di daerahnya lebih mahal dibandingkan provinsi lainnya di Indonesia. Sedikitnya ada 30 cabang olaraga yang kemungkinan dipilih dalam perhelatan PON XX nanti. “Biaya yang dibutuhkan sekitar Rp 10 triliun sampai Rp 15 triliun untuk fasilitas dan penyelenggaraan, totalnya,” kata dia.

Menurut Lukas, semua itu akan dibiayai oleh anggaran Papua, swasta, dan swadaya masyarakat. “Kita yakin bisa dapatkan itu,” kata dia.  Lukas mengaku, dalam perhelatan PON XX nanti, daerahnya tidak muluk-muluk. “Kita bisa mendapatkan lima besar atau 10 besar sudah bagus,” kata dia.



Dalam konfernsi pers itu sempat diserahkan maskot PON XIX sepasang surili pada Gubernur Papua Lukas Enembe.  Ketua Umum KONI Tono Suratman mengatakan, penyelengaran PON XX di Papua akan diselenggarakan di lima daerahnya yakni Jayapura, Timika, Wameda, Biak, dan Merauke,” kata dia.
Tono mengatakan, KONI sudah membuat posko di Papua untuk persiapan penyelenggaran PON XX. Soal cabang olahraga yang dipertandingkan, kemungkinan tidak akan sebanyak PON Jawa Barat ini, yang mempertandingkan 44 cabang olaharaga. “Kami sudah evaluasi dan atas arahan Menpora dan beberapa pihak, KONI akan memprioritaskan cabang olaharaga Olimpic, Asian Games, dan Sea Games,” kata dia.



Ketua Umum KONI Tono Suratman mengaku puas dengan penyelenggaraan PON XIX di Jawa Barat. “Kami sangat puas, terutama bagi KONI Pusat mengingat ada pemecahan prestasi dan rekor-rekor nasional yang bermunculan dari berbagai cabang diantaranya renang, dan atletik,” kata dia di kesempatan itu, Rabur, 28 Septembedr 2016.
Tono mengatakan, hasil perhelatan PON XIX ini menjadi bekal KONI dan Pengurus Besar cabang olahraga untuk mempersiapkan atlet untuk berbagai even internasional yang sudah ada di depan mata, diantaranya Sea Games dan Asian Games. “Hasil ini bisa menjadi bahan untuk menyiapkan lapisan-lapisan atlet untuk Sea Games 2017,” kata dia.

Dia juga mengaku puas dengan turunya jumlah pengaduan atas keberatan pertandingan yang berlnajut hinga Dewan Hakim. “Kalau di Riau sampai 41 kasus, kalua di Jawa Barat hanya 9 kasus,” kata Tono.

Kendati demikian, Tono memastikan, akan menjatuhkan sanksi dan hukuman pad sejumlah kasus yang mencuat saat perhelatan PON XIX. “Tidak mungkin orang berbuat salah tidak kita berikan sanksi,” kata dia.

Tono mengatakan, sanksi itu akan diputuskan dalam Rapat Kerja Nasional yang akan digelar selepas perhelatan PON XIX. Sanksi bisa dijatuhkan pada atlet, technical delegate penyelengara PON, hingga Pengurus Besar cabang olahraga. “Yang paling berat itu pemukulan terhadap wasit saat pertandingan gulat, juga pemukulan atlet hoky,” kata dia.



Kontingen Jawa Barat dipastikan akan menjadi juara umum penyelengaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX. “Kita persiapkan diri empat tahun, setelah PON Riau berakhir kami terus bersiap menghadapi PON Jawa Barat 2016 itu rahasianya,” kata Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan dalam konfrensi pers bersama dengan Gubernur Papua Lukas Enembe di Bandung, Rabu, 28 September 2016.
Aher, sapaan Ahmad Heryawan mengatakan, persiapan atlet menjelang PON XIX lebih panjang ketimbang sebelumnya. Saat PON Riau misalnya, Jawa Barat menduduki posisi dua dengan persiapan atlet dan kontingen dua tahun. PON sebelumnya di Kalimantan Timur, Jawa Barat hanya menduduki posisi empat.

Kendati menjadi juara umum, Aher masih merahasikan bonus yang disiapkan bagi atlet dan official yang yang memenangkan mendali PON XIX. “Bonus masih kami rahasiakan dan pada saatnya akan kami umumkan,” kata dia.


Sumber:Tempo.co

 

PON XIX Jawa Barat

Kontingen Jawa Barat Siap Akhiri Puasa 55 Tahun

 BANDUNG - Kontingen Jawa Barat sudah bisa dipastikan menjadi juara umum Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX tahun 2016 meski masih ada pertandingan di hari ini. Itu sebagaimana disampaikan Ketua Umum KONI Jabar, Ahmad Saefudin.

Jabar diketahui sudah mengoleksi 195 medali emas, 134 medali perak, dan 135 medali perunggu. Raihan medali emas kontingen Jabar akan sulit dan cukup mustahil terkejar provinsi pesaing lain yakni Jatim yang berada di peringkat dua dengan raihan 120 medali emas, 119 medali perak dan 117 medali perunggu. DKI Jakarta dengan raihan 119 medali emas, 115 medali perak, dan 107 medali perunggu berada di peringkat tiga.

"Sebenarnya, di posisi 189 medali emas pun kita sudah aman dan sudah mencapai 25 persen medali emas yang diperebutkan di PON XIX. Dan dari cabang olahraga yang masih menjalani pertandingan pada hari ini, kita pun masih punya peluang meraih medali emas. Kalau dari perhitungan dan cita-cita saya, kita bisa meraih setidaknya 203 medali emas," ujar Ketua Umum KONI Jabar, Ahmad Saefudin seperti dikutip situs resmi PON, Rabu (28/9/2016).

Sekadar informasi, dari total 756 medali emas yang diperebutkan di PON XIX/2016, sudah sekitar 86,24 persen medali yang terdistribusikan. Yakni sebanyak 652 medali emas sudah terdistribusikan di masing-masing cabang olahraga kepada para juara di setiap nomor pertandingan dan medali emas yang tersisa yakni sebanyak 104 medali emas.

Keberhasilan Jabar meraih juara umum PON setelah 55 tahun berpuasa, tak lepas dari kerja keras semua pihak. Mulai atlet, pelatih, pengurus cabang olahraga, pengurus KONI Jabar, Pemprov Jabar, hingga seluruh masyarakat tuan rumah. Gelar juara umum ini pun menjadi salah satu bukti pertanggungjawaban KONI Jabar sebagai induk olahraga prestasi di Tanah Pasundan.

"Terimakasih dan hormat saya juga kepada para orang tua atlet, pimpinan lembaga, instansi serta perusahaan dimana atlet bertugas, rektor dan kepala sekolah tempat atlet melakukan pendidikan, serta seluruh masyarakat yang telah mendukung, memberikan kepercayaan dan harapan kepada kami. Dan yang paling penting dan utama, prestasi yang diraih ini atas ridho dan inayah dari Allah SWT," terangnya.

Pencapaian medali emas yang ditorehkan Jabar, dinilainya sangat signifikan. Bahkan prestasi yang diraih Jabar di PON XIX ini merupakan lonjakan yang luar biasa.

"Sebelumnya, posisi juara umum PON itu selalu berada di kisaran 18 sampai 24 persen dari total medali emas. Tapi di PON XIX ini, kita sudah mencapai 25 persen lebih. Dan ini sudah kita prediksi dan banyak target medali emas di cabang olahraga yang justru melampaui. Meski demikian, kita tetap akan lakukan evaluasi sebagai bahan acuan ke depan sehingga prestasi para atlet ini tetap terjaga dengan baik," pungkasnya.

sumber:Sindonews

Minggu, 09 Oktober 2016

PON XIX JAWA BARAT

Pekan Olahraga Nasional XIX

 

Pekan Olahraga Nasional XIX
Berjaya di Tanah Legenda
Berjaya di Tanah Legenda








 Pekan Olahraga Nasional XIX/2016 adalah ajang olahraga nasional utama yang diselenggarakan di Bandung, Jawa Barat, dari tanggal 17 sampai 29 September 2016.[1] Diperkirakan Sekitar 8403 atlet diluar atlet tuan rumah. Provinsi termuda Kalimantan Utara akan memulai debutnya di ajang PON, pada edisi kali ini.
PON XIX/2016 terdiri dari 44 cabang olahraga dengan total nomor pertandingan, 366 pertandingan putra, 297 pertandingan putri, 36 pertandingan campuran dan 57 pertandingan terbuka di 68 Venue yang tersebar di 16 Kabupaten/Kota di Jawa Barat, memperebutkan 756 medali emas[2], 756 medali perak[3], dan 954 medali perunggu dan, 12 cabang olahraga eksibisi. [4]
Cabang olahraga Bisbol, Gulat gaya Grego romawi, Futsal, dan Sepak bola hanya mempertandingkan nomor putra, cabang olahraga Renang indah, dan Senam ritmik hanya mempertandingkan nomor putri, sementara cabang olahraga Layang gantung, Paralayang, Berkuda, Balap motor, dan Dansa tidak membedakan nomor pertandingan berdasarkan jenis kelamin peserta.[5]. Cabang olahraga Hoki, Berkuda, Drum band, dan Dansa akan kembali dipertandingkan kembali setelah absen di PON XVIII,[6] sementara cabang olahraga Renang perairan terbuka akan memulai debutnya pada PON edisi kali ini.[7]
Jawa Barat[8] terpilih sebagai tuan rumah pada Rapat anggota Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) 2010 di Jakarta pada tanggal 27 April 2010.[9] Bandung terakhir kali menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Nasional pada tahun 1961[10], dan pertama kalinya sejak tahun 2000, Pekan Olahraga Nasional berlangsung di Pulau Jawa.[11]

Pemilihan tuan rumah

Pada tanggal 18 Maret 2010, dua Provinsi Jawa Barat dan Banten mengajukan diri menjadi tuan rumah PON XIX/2016.[12]Jawa Barat terpilih menyingkirkan Banten sebagai tuan rumah PON XIX/2016 secara aklamasi dengan mendapatkan dukungan 246 suara dari 49 pengurus besar (PB) dan 33 pengurus provinsi yang hari pada pemilihan tanggal 27 April 2010.[13][14]
Ahmad Heryawan, Ketua Umum PB PON XIX/2016.

Pembangunan dan Persiapan

Panitia Pengurus Besar (PB) Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX di Jawa Barat, dilantik pada tanggal 11 November 2013 dengan Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan sebagai ketua umum[15][16]. Prioritas pertama dari PB PON Jawa Barat adalah menyiapkan gelanggang arena pertandingan olahraga, baik dengan membangun tempat pertandingan baru maupun memperbaiki yang sudah ada,[16] PB PON juga akan bekerja sama dengan Pemerintah Kota Bandung untuk mempercepat penyelesaian pembangunan Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GLBA) di Gedebage, yang akan direncanakan untuk tempat pembukaan dan penutupan PON XIX/2016.[16]
Pada tanggal 12 mei 2014, Pemerintah Provinsi Jawa Barat menggelontorkan dana awal sebesar Rp. 277 miliar dari dana APBD Provinsi Jawa Barat, dengan alokasi Rp. 140 miliar untuk pembangunan fasilitas baru dan Rp. 137 miliar untuk perbaikan fasilitas yang ada.[17]. Sebanyak 59 venue pertandingan yang direncanakan akan digunakan untuk PON XIX/2016, 42 venue merupakan lama yang direnovasi, 9 venue sewaan, dan 8 venue baru,[18][19], antara lain: GOR Bandung[20] (Bulu tangkis dan tarung derajat), Lapangan Futsal ITB Jatinangor (untuk cabang olahraga futsal), Graha Laga Satria ITB Jatinangor (pencak silat), Kolam Renang Si Jalak Harupat (polo air), Gedung Serba Guna Tinju Pelabuhan Ratu (tinju), dan Arena Panjat Tebing Cikole Lembang.[19]
Adanya keterlambatan dalam penyelesaian GOR Bandung, membuat PB PON XIX/2016 pada tanggal 8 April 2016 berencana memindahkan pertandingan Bulu tangkis ke GOR Bima Cirebon dan Tarung derajat ke GOR ITB Jatinangor.[21]. Pada tanggal 28 Mei 2016, Ketua PB PON XIX/2016, Ahmad Heryawan menandatangani SK pemindahan venue tiga cabang olahraga, yaitu Bulu tangkis dari GOR Bandung ke ke GOR BIMA Cirebon, Tarung derajat dari GOR Bandung ke GOR Padjajaran, Kota Bandung, dan Balap motor dari Sirkuit Gerimang Kabupaten Subang ke Sirkuit Bukit Pesar di Kota Tasikmalaya,[22] membuat jumlah kabupaten/kota yang menjadi tuan rumah menjadi 16 kabupaten/kota.
Pada tanggal 8 Juni 2016, Ketua Bidang Pertandingan PON XIX/2016 Jabar, Yudha Munajat Saputra menyatakan kemungkinan adanya pemindahah lokasi pertandingan cabang olahraga tenis meja dari Telkom Convention Hall ke GOR ITB Jatinangor dikenakan adanya kegiatan akademis Telkom University sampai bulan agustus 2016, hal ini menyebabkan tidak dapat dilakukan tes arena pertandingan yang harus dilakukan tiga bulan sebelum pembukaan PON XIX/2016.[23] Pada tanggal 12 Juli 2016 dilaporkan proses pemindahan sudah hampir 100 % rampung, dan diharapkan bisa segera dilakukan test event di arena pertandingan.[24]

Gelanggang Olahraga dan Infrastruktur

Gelanggang olahraga untuk pertandingan PON XIX/2016 akan tersebar di 16 Kabupaten/Kota di Jawa Barat, sebagian besar akan dilaksanakan di Kabupaten/Kota yang berada di Kawasan Bandung Raya, yaitu Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kota Cimahi, dan Kabupaten Sumedang. Untuk akomodasi atlet dan ofisial di hotel dengan fasilitas minimal bintang tiga. PB PON bekerja sama dengan Perhimpunan Hotel dan Restoran (PHRI) Jawa Barat telah menginventaris dan menyiapkan sekitar 800 hotel. Pengaturan penempatan atlet dilakukan dengan memperhitungkan jarak dan waktu tempuh ke arena pertandingan, dengan perkiraan jarak tempuh sekitar 15 menit sampai satu jam antar kedua tempat. Semua posko utama kontingen akan berada di Kota Bandung.
PON XIX/2016 mempunyai 68 Gelanggang Olahraga, yang tersebar di 16 Kabupaten/Kota di Jawa Barat.
Kota Bandung
Lokasi Venue Cabang Olahraga Kapasitas
Sport Jabar Arcamanik Lapang Voli Pasir Bola voli pantai
Lapangan Baseball Bisbol
Gymnasium, Graha Laga Satria, Graha Laga Tangkas Senam
Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan,
Universitas Pendidikan Indonesia
Gymnasium FPOK UPI Taekwondo, Hoki Indoor 7.000
Lapang Softball FPOK UPI Sofbol Putri
Sporthall FPOK UPI Sepak takraw 1.000
Kolam Renang FPOK UPI Renang, Renang Indah, Loncat Indah
Kompleks Olahraga Saparua GOR Saparua Judo, Gulat
Lapang Sepatu Roda Saparua Sepatu roda
Kompleks Olahraga Siliwangi Arena Billiard Graha Siliwangi Biliar
Arena Squash Graha Siliwangi Skuas
Arena Bowling Graha Siliwangi Boling
Stadion Siliwangi Kriket 36.000
Lapang Tenis Siliwangi dan Taman Maluku Tenis
Venue Cabang Olahraga Kapasitas
Stadion Gelora Bandung Lautan Api Pembukaan, dan Penutupan
Sasana Budaya Ganesha, Institut Teknologi Bandung Karate, Kempo 3.500
GOR C-Tra Arena Bola basket
Hotel Savoy Homan Catur
Hotel Horison Bridge
Hotel Haris Anggar, Dance Sport
GOR Padjadjaran Wushu, Tarung derajat
Kabupaten Bandung
Lokasi Venue Cabang Olahraga Kapasitas
Sarana Olah Raga Si Jalak Harupat Stadion Si Jalak Harupat Sepak bola 40.000
GOR Jalak Harupat Angkat Besi, Angkat Berat, Bola voli indoor
Jalan raya sekitar Si Jalak Harupat Sepatu roda (team time trial dan maraton)
Kolam Renang Si Jalak Harupat Polo Air
Lapangan Softball Jalak Harupat Sofbol Putra
Lapangan Hockey Jalak Harupat Hoki Lapangan
Lapangan Panahan Jalak Harupat Panahan
Venue Cabang Olahraga Kapasitas
Pangkalan Udara Sulaiman Aeromodeling, Menembak
Gedung Budaya Sabilulungan Binaraga
Kabupaten Bandung Barat
Venue Cabang Olahraga
Bukit pasir panjang Layang gantung (Gantolle)
Pusat Kesenjataan Kavaleri, Parongpong, Lembang Berkuda (Ketangkasan)
Cikole, Lembang Panjat Tebing, Balap Sepeda Gunung
Waduk Saguling Ski Air
Jalan Raya KBB-PWK-Subang-KBB Balap Sepeda Jalan Raya
Kabupaten Sumedang
Lokasi Venue Cabang Olahraga Kapasitas
Institut Teknologi Bandung kampus Jatinangor Graha Laga Satria Pencak Silat 5.000
Lapang Futsal ITB Jatinangor Futsal 1.800
GOR 3 Tenis Meja 1.700
Venue Cabang Olahraga Kapasitas
Bukit Batudua Gunung Lingga Layang gantung/Gantolle, Paralayang
Bandung Giri Gahana Golf Golf
Kota Cimahi
Venue Cabang Olahraga
Lapang Tembak Cisangkan Menembak
Velodrome Munaip Saleh Balap Sepeda (Trek)
Kabupaten Bogor
Venue Cabang Olahraga Kapasitas
Stadion Pakansari Atletik, Orkes barisan (Drum Band), Sepak bola 60.000
Stadion Anggraini Sepak bola
Kabupaten Indramayu
Venue Cabang Olahraga
Pantai Tirtamaya Renang perairan terbuka, Selam (Laut)
Pantai Balongan Indah Layar
Kabupaten Pangandaran
Venue Cabang Olahraga
Bandar Udara Nusawiru Terjun Payung
Trek Pacuan Kuda Pangandaran Berkuda (Pacuan)
Kabupaten Subang
Venue Cabang Olahraga
Pangkalan Udara Suryadarma Terbang Layang
Kabupaten Karawang
Venue Cabang Olahraga
Situ Cipule Dayung, Kano, Perahu naga
Kabupaten Sukabumi
Venue Cabang Olahraga
GSG Tinju Pelabuhan Ratu Tinju
Kota Cirebon
Venue Cabang Olahraga
GOR Bima Bulu tangkis
Kolam Renang Catherine Surya, Kompleks Bima Madya Selam (Kolam)
Kabupaten Bekasi
Venue Cabang Olahraga Kapasitas
Stadion Wibawa Mukti Sepak bola 30.000
Kota Bekasi
Venue Cabang Olahraga Kapasitas
Stadion Patriot Sepak bola 30.000
Kabupaten Ciamis
Venue Cabang Olahraga
Sirkuit Taman Hutan Kota Cigembor Balap Sepeda BMX
Kota Tasikmalaya
Venue Cabang Olahraga
Sirkuit Bukit Peusar Balap motor

Keamanan

Proses pengamanan PON XIX/2016 akan dilaksanakan oleh Kepolisian Daerah Jawa Barat, dengan dibantu oleh Tentara Nasional Indonesia, Polisi Pamong Praja, dan instansi terkait lainnya. Salah satu isu yang menjadi perhatian utama adalah mewaspadai adanya ancaman terorisme terutama terkait dengan adanya tragedi terorisme bom Sarinah, Jakarta. [25] Langkah teknis pengamanan akan dilakukan dari hulu hingga hilir. Di fase hulu, segala hal yang berkenaan dengan tahapan persiapan PON XIX/2016, Kepolisian Daerah Jawa Barat sudah menyiapkan tim advokasi. Sistem pengamanan akan dilaksanakan dengan tiga opsi masing-masing refresif, persuasif serta preventif.Penggunaan tiga opsi langkah tersebut, didasarkan atas pertimbangan potensi bahaya di masing-masing wilayah.[26]

Pendanaan

Kirab Obor

Prototipe dari obor PON XIX/2016 diperkenalkan ke publik pada tanggal 16 Maret 2016, dengan tinggi 70 cm dan berat 2 Kg. Bagian atas dari obor dibuat dari kuningan dengan menampilkan motif batik “Kawung Ece” dari Kabupaten Garut dengan logo PON XIX/2016. Bahan kayu yang digunakan adalah “kayu ruyung” yakni kayu dari pohon kawung atau enau” Selain obor, pada kirab api PON itu juga akan disertakan lentera yang berbentuk motif Gedung Sate. Kemudian tungku untuk menyimpan api. [27]
Api PON XIX/2016 Jawa Barat akan diambil dari sumber api abadi di Desa Majakerta Kecamatan Balongan, Kabupaten Indramayu pada tanggal 5 September 2016 pukul 07.00, pengambilan api dilakukan oleh Ketua Umum KONI Pusat, Tono Suratman didampingi Bupati Indramayu Hj Anna Sophanah. Selanjutnya obor Api PON diserahkan kepada Kopda Yulianto dari Arhanudse Kodam III Siliwangi dan diarak oleh pasukan gabungan menuju alun-alun Indramayu yang berjarak sekitar lima kilometer.[28] Kirab api PON yang akan melintasi 27 kabupaten/kota di Jawa Barat. Perjalanan Api PON direncanakan akan menempul 1.005,4 kilometer. Kabupaten/Kota terakhir yang disinggahi dalam satu hari kirab obor akan menjadi tempat disemayamkannya api PON, sebanyak 10 Kabupaten/Kota akan menjadi tempat disemayamkannya Api PON selama satu malam, kecuali Kota Bekasi yang akan menjadi tempat bersemayam Api PON selama 3 (tiga) hari dari tanggal 10 sampai 12 September dikarenakan adanya jeda libur Idul Adha.[29]
Pada tanggal 16 September, Api PON akan diarak menuju Balai Kota Bandung untuk kemudian menuju Gedung Sate untuk disemayamkan terakhir kalinya. Pada tanggal 17 September, Kirab Api PON akan diberangkatkan menuju tempat upacara Pembukaan PON XIX/2016 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api.[30]

Rute Kirab Obor

5 September (Hari 1)
6 September (Hari 2)
7 September (Hari 3)
8 September (Hari 4)
9 September (Hari 5)
10 September (Hari 6)
11 September (Hari 7)
12 September (Hari 8)
13 September (Hari 9)
14 September (Hari 10)
15 September (Hari 11)
16 September (Hari 12)
17 September (Hari 13)

Pesta Olahraga

Upacara Pembukaan

Upacara pembukaan akan berlangsung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Kota Bandung pada tanggal 17 September 2016.

Cabang Olahraga

Program Pekan Olahraga Nasional XIX memperlombakan 44 cabang olahraga dengan total 65 disiplin dan 756 pertandingan.

Cabang Olahraga Eksibisi

Provinsi peserta

Sebanyak 34 Provinsi termasuk provinsi baru Kalimantan Utara[32][33], berpartisipasi dalam PON XIX/2016 di Bandung, Jawa Barat.
Peserta Pekan Olahraga Nasional XIX
  •  Aceh (279)
  •  Sumatera Utara (309)
  •  Sumatera Barat (348)
  •  Riau (336)
  •  Kepulauan Riau
  •  Jambi (231)
  •  Sumatera Selatan (224)
  •  Bangka Belitung (91)
  •  Bengkulu (40)
  •  Lampung (140)
  •  Daerah Khusus Ibukota Jakarta (902)
  •  Banten (311)
  •  Jawa Barat (1.945) (tuan rumah)
  •  Jawa Tengah
  •  Daerah Istimewa Yogyakarta (323)
  •  Jawa Timur (737)
  •  Bali (362)
  •  Nusa Tenggara Barat (118)
  •  Nusa Tenggara Timur (76)
  •  Kalimantan Barat (178)
  •  Kalimantan Tengah
  •  Kalimantan Selatan (226)
  •  Kalimantan Timur (651)
  •  Kalimantan Utara
  •  Sulawesi Utara
  •  Gorontalo
  •  Sulawesi Tengah (89)
  •  Sulawesi Barat (43)
  •  Sulawesi Selatan (321)
  •  Sulawesi Tenggara (69)
  •  Maluku (63)
  •  Maluku Utara (49)
  •  Papua Barat
  •  Papua (380)

Jadwal

Seluruh waktu menggunakan Waktu Indonesia Barat (UTC+07:00)
Jadwal pertandingan berdasarkan technical handbook dari masing-masing cabang olahraga[34]
UB Upacara Pembukaan Pertandingan 1 Perebutan medali emas UT Upacara Penutupan
September 13
Sel
14
Rab
15
Kam
16
Jum
17
Sab
18
Min
19
Sen
20
Sel
21
Rab
22
Kam
23
Jum
24
Sab
25
Min
26
Sen
27
Sel
28
Rab
29
Kam
Total medali emas
Upacara (pembukaan / penutupan)



UB










UT
Aeromodelling
















9
Anggar









2 2 2 2 2 2
12
Angkat berat
















15
Angkat besi
















15
Atletik








8 11 7 10 7 2 2
47
Balap motor
















4
Balap sepeda BMX










2



22
Sepeda gunung




1 2 2








Jalan raya







2 2 2





Trek












1 5 3
Berkuda Ketangkasan





1 1 1 3 1 1 2



15
Pacuan












5
Biliar





2 4 1 3 2 4
16
Binaraga




8










8
Bisbol





1
1
Bola basket




2
2
Bola voli Voli Indoor





2
4
Voli pantai
2







Boling





1 2 2 4 2


11
Bridge




3 2
5
Bulu tangkis





2 5
7
Catur

4 1 4 1 4 1
15
Dansa
















15
Dayung
7 8











15
Futsal





1


1
Golf





4
2 1

7
Gulat
















26
Hoki Hoki indoor 2









4
Hoki lapangan








2
Judo

8 2 8 2 2









22
Kano Slalom







2







16
Sprint



5 3 6








Karate




4 6 5 2







17
Kempo
















17
Kriket




2 2


4
Layang gantung
2
4



6
Layar







25
25
Loncat indah







2 2 2 2 2



10
Menembak






10 5 9 6 4




34
Orkes barisan
2 1 1
2 1
1 2





10
Panahan




5 5 8



18
Panjat tebing




2 2 2 2 2 3 3 2

18
Paralayang
















8
Pencak silat





2 4 15



21
Perahu naga








3 3 3


9
Polo air

1 1


2
Renang
7 7 7
7 6 6








40
Renang indah








1 1 1




3
Renang perairan terbuka











2 2 2

6
Selam Kolam


6 4 4










22
Laut







3 3 2





Senam Aerobik













2 1
23
Artistik






2 2 10






Ritmik










1 1 4


Sepak bola






1
1
Sepak takraw




2 2 2
2 8
Sepatu roda








4 4 4 4



16
Ski air






2 2 8



12
Skuas





2 2 1


5
Sofbol






2
2
Taekwondo
















20
Tarung derajat
















17
Tenis




2 5

7
Tenis meja








2 3 2
7
Terbang layang




1 2 2 1 1 2

9
Terjun payung
















6
Tinju






16

16
Wushu




2 2 6 13







23
Total Perebutan medali emas 0 9 21 27 25











756
Total kumulatif 0 9 30 57 82












September 13
Sel
14
Rab
15
Kam
16
Jum
17
Sab
18
Ming
19
Sen
20
Sel
21
Rab
22
Kam
23
Jum
24
Sab
25
Ming
26
Sen
27
Sel
28
Rab
29
Kam
Total medali emas

Perolehan medali

Legenda
  Provinsi tuan rumah ditandai dengan warna lavender biru
Per. Provinsi Medali emas Emas Medali perak Perak Medali perunggu Perunggu Jumlah
1  Jawa Barat 217 157 157 531
2  Jawa Timur 132 138 134 404
3  DKI Jakarta 132 124 118 374
4  Jawa Tengah 32 56 85 173
5  Kalimantan Timur 25 41 73 139
6  Bali 20 21 35 76
7  Riau 18 26 27 71
8  Papua 17 19 32 68
9  Sumatera Utara 16 17 33 66
10  DI Yogyakarta 16 16 25 57
11  Sumatera Barat 14 10 20 44
12  Sulawesi Selatan 12 23 28 63
13  Banten 11 10 26 47
14  Nusa Tenggara Barat 11 10 18 39
15  Lampung 11 9 16 36
16  Kalimantan Selatan 9 10 18 37
17  Aceh 8 7 9 24
18  Nusa Tenggara Timur 7 7 9 23
19  Kepulauan Riau 7 4 7 18
20  Maluku 7 3 9 19
21  Sumatera Selatan 6 11 14 31
22  Kalimantan Barat 6 8 16 30
23  Jambi 6 6 21 33
24  Sulawesi Tenggara 6 4 4 14
25  Papua Barat 4 2 10 16
26  Kalimantan Tengah 3 4 4 11
27  Kalimantan Utara 3 0 3 6
28  Gorontalo 2 0 1 3
29  Bangka Belitung 1 6 4 11
30  Maluku Utara 1 1 2 4
31  Sulawesi Utara 1 0 8 9
32  Sulawesi Tengah 0 4 7 11
33  Bengkulu 0 2 2 4
34  Sulawesi Barat 0 0 1 1
Total 761 756 976 2493

Upacara Penutupan

Upacara penutupan juga akan berlangsung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Kota Bandung pada tanggal 29 September 2016.

Prangko

Pada tanggal 9 September 2016, PT Pos Indonesia meluncurkan seri prangko bertemakan PON XIX/2016. Seri prangko tersebut didesain oleh Anwar Firdaus dengan menampilkan asli Jawa Barat yang menjadi maskot PON XIX/2016 dan Peparnas XV/2016 yaitu surili. Selain itu juga menampilkan 12 cabang olahraga yang dipertandingkan di PON XIX/2016 diantaranya, terjun payung, sepak bola, paralayang, dan bisbol yang mewakili olahraga air, kedirgantaraan, terukur, bela diri dan olahraga permainan. PT Pos menyiapkan sebanyak 50 lembar prangko untuk diedarkan di seluruh Indonesia.[38] Selain prangko juga dijual empat sampul hari pertama yang merupakan amplop sekaligus prangko, dan 15 lembar kartu pos dengan desain cabang olahraga yang dipertandingkan di PON XIX.[39]

Lagu resmi

Pada acara hitung mundur 111 hari menjelang PON 2016 di Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat pada tanggal 29 Mei 2016, lagu 'Berjaya di Tanah Legenda' resmi diluncurkan sebagai lagu resmi PON XIX/2016 dan Peparnas XV/2016.[40] Lagu ini dinyanyikan oleh vokalis grup musik Gigi, Arman Maulana. Lagu tersebut diciptakan dan diaransemen oleh komposer Dwiki Dharmawan, dan liriknya diciptakan oleh budayawan Eddy D. Iskandar.[40][41] Lagu ini menjadi lagu latar untuk iklan layanan masyarakat "Berjaya di Tanah Legenda" yang menjadi video promosi untuk PON XIX/2016 dan Peparnas XV/2016.

Logo Pekan Olahraga Nasional 2016
Logo PON XIX/2016 dirancang oleh Humroti, mahasiswi Institut Seni Indonesia Yogyakarta, pemenang sayembara logo PON XIX/2016 dan Pepernas XV/2016. Kujang menjadi logo resmi PON XIX/2016 dan Pepernas XV/2016, kujang merupakan senjata khas tradisional Jawa Barat. Elemen dasar logo adalah bentuk Kujang (senjata tradisional khas Jawa Barat) yang terbentuk dari api obor yang berkobar sebagai simbol semangat untuk meraih prestasi tertinggi. Kepala kujang berwarna merah menjadi simbol bahwa hanya yang memiliki semangat tertinggi dan yang terkuat yang mampu menjadi juara pada PON XIX. Lima bagian obor yang berwarna-warna mewakili jari tangan manusia; sebagai simbol pelaksanaan PON XIX dan Peparnas XV digenggam oleh Jawa Barat sebagai tuan rumah. [42][43]
Dalam logo PON XIX 2016 Jawa Barat, terdapat enam lingkaran yang terbentuk dari lima lingkaran Olympic sebagai simbol olahraga universal; dipadukan dan diperkuat oleh satu lingkaran tambahan sebagai simbol persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia, sekaligus simbol semangat untuk berjaya di tanah legenda, tanah Jawa Barat. Dalam logo Peparnas XV 2016 Jawa Barat, ada tiga lekuk dinamis yang merepresentasikan semangat dan dinamika para difabel untuk berjaya di tanah legenda Jawa Barat. Tulisan PON dan PEPARNAS berwarna biru sebagai simbol profesional. Angka Romawi berwarna merah dan tahun berwarna hitam menunjukan semangat penyelenggaraan ke sekian kalinya. Sementara tipografi khusus untuk frasa Jawa Barat mencerminkan kekuatan tradisi provinsi Jawa Barat sebagai penyelenggara. Secara ringkas, makna filosofi logo tersebut menunjukkan bahwa penyelenggaran PON kembali ke Jawa Barat sebagai tuan rumah penyelenggaraan PON XIX.[43]

Maskot

Maskot Pekan Olahraga Nasional 2016 Lili dan Lala
Pemilihan maskot PON XIX/2016 dan Peparnas XV/2016 dilakukan secara sayembara, pada tanggal 8 Maret 2014 diumumkan Surili akan menjadi maskot PON XIX/2016, pembuat desain maskot tersebut adalah Tony Suhendar, seorang karyawan swasta asal Kota Bandung. Surili dipilih karena merupakan hewan asli Jawa Barat dengan status dilindungi oleh IUCN (The International Union for Conservation of Nature) sejak tahun 1974. Keberadaan Surili hanya dapat ditemukan di kawasan hutan konservasi Taman Nasional Gede Pangrango dengan populasi hanya antara 4000 - 6000 ekor. Sebagai maskot, Surili dikenakan Iket alias pengikat kepala khas Jawa Barat yang mencerminkan nilai luhur tradisi dan karakter masyarakat Jawa Barat, yakni “Cageur, Bageur, Bener dan Pinter”. Pemilihan satwa endemik tersebut sebagai maskot PON XIX dan Peparnas XV 2016 Jawa Barat ini juga untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat guna semakin melindungi dan melestarikannya. [42][44]

Tiket

Mekanisme pembelian tiket diumumkan pada tanggal 15 Maret 2016, penjualan tiket diberlakukan untuk acara pembukaan dan penutupan PON di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Kota Bandung, dan 16 cabang olahraga populer yang dilaksanakan di gelanggang, yaitu Sepak bola, Bola voli indoor, Bulu tangkis, Tarung derajat, Tinju, Renang, Renang indah, Sepak takraw, Wushu, Bola basket, Tenis lapangan, Gulat, Judo, Futsal, dan Dansa. Sementara cabang olahraga lainnya dapat disaksikan secara gratis. Pembelian tiket secara online dilakukan mulai April hingga 16 September 2016, dan pembelian langsung di arena pertandingan dilakukan mulai 17 – 29 September 2016. [45]

Masalah dan Kontroversi

Penggunaan Stadion Gelora Bandung Lautan Api

Pembukaan dan penutupan PON XIX/2016 pada awalnya direncanakan akan dilaksanakan di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GLBA), Kota Bandung,[46] namun setelah dilakukan uji kelayakan berkaitan dengan adanya kasus korupsi dalam pembangunan stadion ini[47][48], Kabareskrim Komjen Pol Budi Waseso pada tanggal 29 Juli 2015 menyarankan agar Stadion Gedebage tidak digunakan dikarenakan konstruksi bangunan yang tidak layak[49]. Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan pada tanggal 29 Agustus 2015 memutuskan untuk memindahkan acara pembukaan dan penutupan PON XIX/2016 ke Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung.
Adanya pemindahan lokasi ini kemudian memunculkan reaksi, Walikota Bandung, Ridwan Kamil memperjuangkan untuk kembali memindahkan pembukaan PON XIX/2016 ke Stadion Gelora Bandung Lautan Api[52], Kementerian Pemuda dan Olahraga Indonesia (Kemenpora) juga mengusahakan untuk meminta izin ke Kepolisian Republik Indonesia untuk menggunakan Stadion Gelora Bandung Lautan Api.. Pada tanggal 28 Januri 2016 diadakan pertemuan antara Bareskrim Polri dengan Ketua Pengurus Besar PON Ahmad Heryawan dan Walikota Bandung, Ridwan Kamil di Mabes Polri, Jakarta. Hasil dari pertemuan tersebut disetujui untuk melakukan perbaikan Stadion Gelora Bandung Lautan Api[55]. Perbaikan mulai dilakukan pada tanggal 10 Februari 2016, perbaikan diharapkan bisa dilakukan sebelum pembukaan PON XIX/2016, agar bisa dievaluasi kelayakannya.
Pada tanggal 19 Juni 2016, Ketua Pengurus Besar PON Ahmad Heryawan menyatakan Stadion GLBA masih memungkinkan untuk menjadi tempat pembukaan PON XIX/2016 jika dapat menyelesaikan perbaikan pada bulan Juli 2016.[62] Pada tanggal 30 Juni 2016, Ketua Pengurus Besar PON Ahmad Heryawan menandatangai Surat Keputusan (SK) penetepan GLBA sebagai lokasi pembukaan dan penutupan PON XIX/2016, dengan pertimbangan sejak awal memang direncanakan sebagai lokasi pembukaan dan jarak dengan lokasi pembukaan dekat dengan penginapan kontingen peserta.[63]

Jumlah cabang olahraga

PON XIX/2016 mempertandingkan sebanyak 44 cabang olahraga merupakan yang terbanyak sepanjang sejarah penyelenggaraan PON. Kementerian Pemuda dan Olahraga Indonesia (Kemenpora) melalui Deputi Peningkatan Prestasi Kemenpora Djoko Pekik Irianto, meminta untuk mengkaji ulang jumlah cabang olahraga yang dipertandingkan,[ agar lebih menyesuaikan dengan cabang olahraga yang dipertandingkan di Asian Games dan Olimpiade. Penambahan cabang olahraga Kriket, Dansa, dan Drumband dikritisi oleh Koni Jawa Timur sebagai bukti penyelenggaraan PON tidak lagi memiliki orientasi yang jelas dalam pembinaan olahraga di Tanah Air, ketiga cabang tersebut dianggap bukan merupakan cabang olahraga prestasi dikarenakan tidak adanya ajang pertandingan tingkat internasional.

Perubahan Jadwal

Pada Awalnya, PON XIX/2016 akan dilaksanakan pada tanggal 9-21 September 2016, Namun, sehubungan dengan adanya kegiatan yang bersamaan dengan Idul Adha 1437H, maka jadwal pelaksaan PON XIX/2016 diundur 8 hari dari semula, yaitu tanggal 17-29 September 2016.

Konflik Kemenpora dan PSSI

Adanya konflik antara Kementrian Pemuda dan Olahraga dengan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) dimulai dengan pembekuan PSSI oleh kemenpora pada 17 April 2015, sehingga FIFA menjatuhkan sanksi pada tanggal 30 Mei 2015 dikarenakan adanya intervensi dari pemerintah, menyebabkan sepak bola terancam tidak dipertandingkan di PON XIX/2016, Pra PON sepak bola pada awalnya direncanakan akan terbagi menjadi enam zona pertandingan : Sumatera, Jawa, Bali-Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku-Papua dan akan dilaksanakan pada oktober - november 2015, namun terjadi pembatalan sejumlah pertandingan dikarenakan tidak adanya izin dari pihak kepolisian dan tidak mendapatkan rekomendasi dari tim transisi. Setelah beberapa bulan terkatung-katung, pada akhirnya pada bulan januari 2016 ditetapkan bahwa jadwal pertandingan Pra PON akan dilaksanakan di lima stadion di Jawa Barat, untuk lima zona pertandingan kecuali sumatera, yang telah menyelesaikan pra PON sepak bola di ajang Pekan Olahraga Wilayah Sumatera - IX, di Pangkal Pinang, Bangka Belitung dari tanggal 12 sampai 21 november 2015.

Dualisme kepengurusan PTMSI

Dualisme kepengurusan Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) menimbulkan masalah adanya dua Pra Pon Tenis meja, kepengurusan dibawah pimpinan Marzuki Alie yang didukung Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat menggelar Pra Pon di Kota Bandung, Jawa Barat dari 18-25 Oktober 2015 yang didukung oleh KONI Pusat diikuti sebanyak 32 provinsi dan kubu Komisaris Jendral (Purnawiran) Oegroseno menggelar Pra Pon di Denpasar, Bali tanggal 19-26 Oktober 2015,. Untuk menghindari kemungkinan gagal lolos ke PON XIX/2016 Pengurus Provinsi PTMSI Jawa Timur mengirimkan dua tim.. Adanya dualisme ini menyebabkan ketidakjelasan mengenai status bagi tim yang lolos ke PON XIX/2016, sejumlah tim yang ikut pra pon di Denpasar, Bali mendapati kuota atlit yang lolos berkurang, atau tidak ada sama sekali.

Penggunaan Dana Bantuan Desa

Untuk membantu pendanaan PON XIX/2016 yang telah menghabiskan biaya Rp 2,3 triliun, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengeluarkan kebijakan mengalihkan dana bantuan desa masing-masing sebesar Rp 100 juta untuk 5.319 desa di Jawa Barat dengan total Rp 531,9 miliar untuk PON XIX/2016. Setelah mendapat reaksi penolakan dari sejumlah kepala desa se-Jawa Barat, pengalihan dana dilakukan dengan tetap membayar dana desa sebesar Rp 50 juta untuk tahun 2016 dan Rp 50 juta digunakan untuk membantu pembiayaan PON XIX/2016, dan akan dibayarkan ke masing-masing desa pada tahun 2017.