Selasa, 25 Oktober 2016
Jumat, 14 Oktober 2016
5 Momen Tak Terlupakan PON Jabar 2016
5 Momen Tak Terlupakan PON Jabar 2016
1. Jawa Barat Akhiri Paceklik 55 Tahun Juara Umum PON
Jabar keluar sebagai juara umum usai mengumpulkan total 531 medali dengan rincian 217 emas, 157 perak dan 157 perunggu.
Pencapaian ini tak mampu dikejar Jawa Timur yang berada di peringkat kedua dengan 405 medali dan DKI Jakarta di posisi ketiga dengan 376 medali.
Selain itu, Jabar juga sukes mengawinkan gelar juara umum dengan medali emas dari cabang sepak bola. Hal ini terjadi usai Jabar mengalahkan Sulawesi Selatan dengan skor akhir 5-4 melalui drama adu penalti di Stadion di Stadion Si Jalak Harupat, Rabu (28/9/2016).
2. Akhir Manis Generasi Emas Voli Putri Jawa Barat
Seperti diketahui, tim voli putri Jawa Barat diisi oleh atlet-atlet berlabel bintang, yakni Amalia Fajrina Nabila, Agustin Wulandhari, Yolla Yuliana, Wahida Muntaza, Wilda Siti Nurfadilah, Putri Andya, dan Tri Retno Mutiara.
Dalam skuat PON 2016, ada empat pevoli putri yang juga sempat mengantarkan Jabar meraih medali emas di PON 2012, Riau. Mereka adalah Amalia Fajrina Nabila, Agustin Wulandhari, Yolla Yuliana, serta Komang Bumi Rekta.
Sayangnya, pada PON 2020 di Papua, wajah dan permainan empat pevoli putri itu tidak bisa kita nikmati lagi. Faktor usia menjadi alasan Amalia, Agustin, Yolla, dan Komang tidak lagi ambil bagian di PON Papua 2020. Keputusan ini tampaknya menjadi akhir dari generasi emas voli putri Jabar di ajang PON.
3. Banyaknya Kericuhan
Ajang PON yang seharusnya menjadi puncak dari piramida olahraga di Indonesia justru kerap tercoreng dengan beberapa insiden kericuhan yang memalukan. Permasalahan yang sebenarnya sering terjadi disetiap gelaran PON kembali lagi terjadi pada tahun ini.Salah satu kericuhan yang paling memalukan terjadi di cabang polo air. Pada saat itu, pertandingan Polo Air antara Jawa Barat melawan Sumatera Selatan menjadi ajang adu jotos pemain dan penonton. Kejadian berawal ketika salah satu atlet Jabar memukul atlet dari Sumatera Selatan. Adu pukul dan saling kejar pun tak terhindarkan di dalam kolam renang.
Imbas kejadian tersebut menular ke tribun penonton. Suporter tuan rumah yang didominasi aparat TNI terlihat terpancing dengan melempari kontingen Sumsel dengan botol air mineral.
Tak hanya cabor polo air, cabang lain seperti sepak bola, hanggar, wishu, tinju hingga gulat juga tak luput dari kericuhan. Bahkan, pada cabor gulat, seorang atlet sampai harus diamankan oleh pihak keamanan karena berbuat onar.
4. Kapal Tenggelam di Cabor Layar
Insiden bermula ketika perahu VIP ini berlayar untuk melihat jalannya lombat. Di dalam kapal terdapat Wakil Ketua Umum III PB Porlasi, Laksamana TNI AL Joni Awuy, pimpinan KONI Kepulauan Riau dan Banten, serta tamu undangan lainnya, termasuk mantan atlet layar putri Jawa Barat, Dian Ursula Maria.
Naas, tiba-tiba perahu mengalami kebocoran dan tenggelam di tengah laut. Beruntung, juri-juri yang sedang mengawal para atlet langsung menuju lokasi kapal VIP yang bocor.
Para penumpang dievakuasi secepatnya dengan perahu-perahu juri yang langsung merapat. Setelah menyelamatkan ke-12 penumpang, perahu VIP itu kemudian ditarik ke Pantai Balongan. Hanya saja, belum sampai ke daratan, kapal itu sudah lebih dulu tenggelam dan kandas di sekitar pantai.
5. Pecahnya Rekor Dunia di PON Jabar
Atlet angkat berat Lampung, Sri Hartarti mampu memecahkan rekor dunia
di angkatan bench press pada Selasa (27/9/2016) di Gymnasium Jalak
Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung.
Sri mencatatkan total angkatan 569 kg, dengan rincian angkatan deadlift (DL) 199 kg, bench press (BP) 147,5 kg, dan squat 222,5 kg. Ia juga mampu meraih medali emas PON Jabar 2016 dan memecahkan rekor dunia atas namanya sendiri yang dibuat pada kejuaraan dunia 2013 di Norwegia, yakni 141 kg menjadi 147,5 kg di angkatan bench press.
Bila dibandingkan dengan peraih medali perak angkat berat putri kelas 57 kg, total angkatan Sri berbeda jauh. Lifter Kalimantan Timur, Margareth, mencatatkan total angkatan 532,5 kg, sedangkan peraih medali perunggum Julaiha hanya membuat total angkatan 490 kg.
Sumber:Lipuran 6
Sri mencatatkan total angkatan 569 kg, dengan rincian angkatan deadlift (DL) 199 kg, bench press (BP) 147,5 kg, dan squat 222,5 kg. Ia juga mampu meraih medali emas PON Jabar 2016 dan memecahkan rekor dunia atas namanya sendiri yang dibuat pada kejuaraan dunia 2013 di Norwegia, yakni 141 kg menjadi 147,5 kg di angkatan bench press.
Bila dibandingkan dengan peraih medali perak angkat berat putri kelas 57 kg, total angkatan Sri berbeda jauh. Lifter Kalimantan Timur, Margareth, mencatatkan total angkatan 532,5 kg, sedangkan peraih medali perunggum Julaiha hanya membuat total angkatan 490 kg.
Sumber:Lipuran 6
Rabu, 12 Oktober 2016
Papua Raih Suara Terbanyak Tuan Rumah PON 2020
Provinsi Papua memperoleh suara terbanyak dalam pemungutan suara calon tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) XX tahun 2020 dengan meraih 66 suara pada Rapat Anggota Tahunan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) 2014 di Jakarta, Selasa (11/3).
Setelah Papua, Bali dan Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) merupakan dua provinsi yang masuk tiga besar calon tuan rumah PON XX/2020 dengan perolehan suara yang sama, yaitu masing-masing 46 suara."Papua siap menjadi tuan rumah PON XX. Apabila Papua menjadi tuan rumah, maka akomodasi, konsumsi dan transportasi lokal akan gratis," ujar Gubernur Papua Lukas Enembe sebelum pemungutan suara dilakukan.
Lukas mengatakan Papua menegaskan komitmennya sebagai tuan rumah PON XX 2020 dengan menandatangani nota kesepahaman bersama yang isinya seluruh akomodasi, konsumsi dan transportasi lokal tidak akan dikenakan biaya dan ditandatangani oleh provinsi pendukung lainnya.
Lukas mengatakan Papua memiliki kekayaan alam yang belum diketahui secara nasional, oleh karena itu PON XX/2020 bisa menjadi perantara agar keindahan Papua dikenal oleh masyarakat Indonesia maupun dunia internasional.
Menurut Lukas, sarana dan prasarana olahraga untuk penyelenggaraan PON XX direncanakan berada di Kota Jayapura dan tersebar di lima kabupaten, yaitu Kabupaten Jayapura, Timika, Merauke, Biak, dan Jaya Wijaya.
Ia menambahkan sarana olahraga yang tersedia dan siap dipergunakan mencapai kurang lebih 60 persen, dan delapan sarana tambahan dibutuhkan untuk melengkapi 100 persen kebutuhan penyelenggaraan pertandingan.
"Papua memiliki kekayaan alam yang berlimpah. Silakan para atlet dan tim pendukungnya datang ke Papua. Kami siap menjamu kehadiran kalian," kata Lukas.
Rekor PON RIAU 2012
PON RIAU 2012: 147 Rekor Baru Tercipta
Selama perhelatan Pekan Olahraga Nasional XVIII 5-20 September 2012 di Riau Sebanyak 147 rekor baru tercipta.Menurut catatan panitia, rekor-rekor tersebut meliputi 137 rekor PON, sembilan rekor nasional, satu rekor Sea Games, dan satu rekor Asia.Rekor nasional tercipta pada cabang atletik (dua rekornas), angkat besi (3) dan selam (4). Pada cabang selam, juga tercipta satu rekor Asia.Lifter putri Lilis Idaningsih dari Jabar berhasil memecahkan rekor Asia untuk nomor angkat berat di kelas 84 kg dengan total angkatan 637 kg.Dia mengalahkan rekor Asia sebelumnya yang dipegang oleh lifter China, Chang Yawen dengan total angkatan 625 kg.Sementara rekor Sea Games dipecahkan pelari Eddy Zakaria dari Jatim di nomor lari 110 meter gawang dengan waktu 13,7 detik, mengungguli pelari Thailand Jamras Rittidet.Atlet yang memecahkan rekor terbanyak pada cabang renang (36 atlet), disusul angkat berat (27 orang), atletik (21 atlet) dan selam 15 atlet.Secara keseluruhannya, total 122 atlet yang berhasil memecahkan rekor, sebagian besar rekor PON. (Antara/RA)
Selasa, 11 Oktober 2016
Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX/2016 Jawa Barat, 17-29 September 2016, akan dibuka secara resmi oleh Presiden Jokowi di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) Gedebage Bandung, Sabtu (17/9/2016) Pkl. 19.00 WIB.
Acara olahraga nasional yang berlangsung setiap empat tahun sekali ini
diikuti oleh seluruh provinsi di Indonesia dengan 44 cabang olahraga
yang dipertandingkan.
Penyelenggaraan 44 cabang olahraga tersebar di 16 kabupaten/kota di Jawa Barat. Cabang olahraga terpopuler, sepakbola, digelar di Stadion Pakansari Cibinong Kabupaten Bogor. Demikian juga cabor atletik.
Penyelenggaraan 44 cabang olahraga tersebar di 16 kabupaten/kota di Jawa Barat. Cabang olahraga terpopuler, sepakbola, digelar di Stadion Pakansari Cibinong Kabupaten Bogor. Demikian juga cabor atletik.
Stadion GBLA sendiri, selain menjadi venue pembukaan dan penutupan, hanya menggelar satu cabor, yaitu sepatu roda, di jalan masuk stadion.
Sejumlah pertandingan akan disiarkan secara langsung oleh MNCTV sebagai media resmi PON XIX Jabar 2016.
Daftar Tempat Pertandingan PON XIX 2016 Jawa Barat
KOTA BANDUNG
1. Arena Billiard Graha Siliwangi - Billiard
2. Arena Squash Graha Siliwangi - Squash
3. Lapang Tenis Siliwangi - Tenis
4. Lapang Tenis Taman Maluku - Tenis
5. Siliwangi Bowling Centre - Bowling
6. Gymnasium Sport Jabar Arcamanik, Graha Laga Tangka Sport Jabar Arcamanik, Graha Laga Satria Sport Jabar Arcamanik - Senam
7. Lapangan Baseball Sport Jabar Arcamanik - Baseball
8. Lapang Voli Pasir Sport Jabar Arcamanik - Voli Pasir
9. Gymnasium FPOK UPI - Taekwondo, Hoki Indoor
10. Kolam Renang FPOK UPI - Renang, Renang Indah, Loncat Indah
11. Lapang Softball FPOK UPI - Softball UPI
12. Sporthall FPOK UPI - Sepak Takraw
13. Lapang Sepatu Roda Saparua - Sepatu Roda
14. Jalan masuk GBLA - sepatu roda
15. GOR Saparua - Judo, Gulat
16. GOR C-Tra Arena - Basket
17. GOR Pajajaran - Tarung Derajat, Wushu
18. Sabuga ITB - Karate, Kempo
19. Hotel Haris Festival Citylink - Dancesport, Anggar
20. Hotel Horison Bandung - Bridge
21. Hotel Savoy Homan - Catur
22. Stadion Siliwangi - Criket Putra
23. Stadion Persib - Criket Putri
KAB. BANDUNG
24. GOR Jalak Harupat - Angkat Besi, Angkat Berat
25. GSG Si Jalak Harupat - Bola Voli Indoor
26. Lapang Hockey Jalak Harupat - Hoki Outdoor
27. Lapang Panahan Jalak Harupat - Panahan
28. Lapangan Softball Jalak Harupat - Softball Putra
29. Kolam Renang Komplek Si Jalak Harupat - Polo Air Putra, Polo Air Putri
30. Gedung Sabilulungan Soreang - Binaraga
31. Lanud TNI AU Sulaiman - Aeromodeling
KAB. BANDUNG BARAT
32. Cikole Lembang - Panjat Tebing, Balap Sepeda (MTB)
33. Singajaya - Gantolle
34. Larang Tapa Kota Baru Parahyangan - Ski Air
35. Pussenkav Parongpong Lembang - Equistrian
KOTA CIMAHI
36. Lapang Tembak Cisangkan Cimahi - Menembak (Air + Pistol)
37. Lapang Tembak Gunung Bohong - Menembak (High Power)
38. Velodrome Munaip Saleh - Sepeda Track
KAB. SUMEDANG
39. Graha Laga Satria ITB Jatinangor - Pencak Silat
40. Lapang Futsal ITB Jatinangor - Futsal
41. GOR 3 ITB Jatinangor - Tenis Meja
42. Bandung Giri Gahana Golf - Golf
43. Batudua Gunung Lingga - Paralayang, Gantolle
44. Kampung Toga - Paralayang
KOTA CIREBON
45. Gor Bima - Bulutangkis
46. Kolam Renang Cathrine - Selam Nomor Kolam
KAB. INDRAMAYU
47. Pantai Balongan Indah - Layar
48. Pantai Tirta Maya - Renang Perairan Terbuka, Selam Nomor Laut
KAB. CIAMIS
49. Sirkuit Hutan Kota Cigembor - BMX
KOTA TASIKMALAYA
50. Sirkuit Bukit Peusar
KAB. SUBANG
51. Lanud TNI AU Suryadarma - Terbang Layang
KAB. SUKABUMI
52. Gedung Serbaguna Pelabuhan Ratu - Tinju
KAB. KARAWANG
53. Situ Cipule - Dayung
KAB. BEKASI
54. Stadion Wibawa Mukti - Sepakbola
KOTA BEKASI
55. Stadion Patriot - Sepakbola
KAB. BOGOR
56. Stadion Pakansari - Sepakbola, Atletik
57. Jalan Raya sekitar Stadion Pakansari - Atletik
58. Gedung Kesenian - Drumband
59. Jalan Tegar Beriman - Drumband
KAB. PANGANDARAN
60. Trek Pacuan Kuda Legokjawa - Kuda Pacu
61. Lanud Nusawiru - Terjun Payung
62. Jalan Raya KBB, Purwakarta, Subang - Balap Sepeda Jalan Raya
PON XIX/2016 Hasilkan Lima Rekor Dunia
Pekan Olahraga Nasional (PON) 2016, pesta olah raga terbesar di Tanah
Air yang berlangsung sejak 17 September lalu, secara resmi ditutup oleh
Wakil Presiden Jusuf Kalla di Gelora Bandung Lautan Api, Bandung, Kamis.
Api
di kaldron yang menyala selama 13 hari penuh itu, secara perlahan
meredup dan kemudian mati, menandakan usainya pesta olahraga yang
diikuti lebih dari 9.000 atlet dari 34 propinsi itu.
Tuan rumah
Jawa Barat tidak hanya tampil sebagai juara umum, tapi juga mencatat
rekor sebagai kontingen dengan perolehan medali terbanyak dalam sejarah,
yaitu 217 emas, 157 perak dan 157 perunggu.
Jawa Timur berada di
peringkat kedua dengan perolehan 132 emas, 138 perak dan 134, disusul
juara bertahan DKI Jakarta di peringkat ketiga (132-124-118).
Acara penutupan secara resmi diawali mengheningkan cipta yang dipimpin oleh Wapres Jusuf Kalla untuk menghormati korban bencana alam di Garut dan Sumedang yang terjadi saat pelaksanaan PON 206.
Dalam kata sambutan tanpa teks, Wakil Presiden Jusuf Kalla menyatakan bahwa selama dua minggu para atlet telah berjuang, bertanding dan berkompetisi, serta bergembira bagi yang menang.
"Kita
semua mengharapkan pekan olahraga ini berdampak terhadap pembinaan,
bukan hanya pertandingan dan kompetisi, tapi juga pembinaan kakuatan
fisik, kerja sama, kejujuran serta kebanggaan," kata Jusuf Kalla
Selanjutnya
Wapres menyatakan bahwa semua berharap PON 2020 yang akan berlangsung
di Papua akan berlangsung lebih baik dan lebih sukses lagi.
"Saya
juga menyampaikan penghargaan dan ucapan selamat khususnya kepada Jawa
Barat, serta ucapan terima kasih atas penyelenggaraan PON yang suudah
berjalan dengan baik," katanya menambahkan.
Sementara itu Ketua
Panitia PON 2016 yang juga Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan dalam
laporannya menyampaikan bahwa pihaknya mengakui masih banyak kekurangan
disana sini, tapi seluruh komponen panitia, masyarakat dan dibantu
pengusaha telah melakukan yang terbaik."Memang ada sekitar 11
pertandingan yang bermasalah, tapi itu hanya riak kecil dan hanya 0,25
persen saja," kata pria yang akrab disapa Aher itu.
Ahmad
Heryawan juga menegaskan bahwa hanya terdapat sembilan sanggahan soal
pertandingan, tapi nyaris tidak ada keluhan soal akomodasi dan fasilitas
lainnya. "Nyaris tidak ada keluhan untuk akomodasi dan sarana lain,
hampir semua peserta menyatakan puas," katanya menegaskan.
Selain
sukses penyelenggaraan, Aher juga menyatakan terdapat kesuksesan dalam
prestasi dengan indikator terpecahkannya 89 rekor PON, 33 rekor
nasional, satu rekor SEA Games, 22 rekor Asia, serta lima rekor dunia.
Sukses
ekonomi menurut Aher juga dirasakan oleh berkah bagi masyarakat, yaitu
di bidang konsumsi, peralatan olahraga, hotel, restoran, konveksi, dan
transportasi. "Sukses PON 2016 ini akan kami wariskan kepada Papua yang
akan menjadi tuan rumah pada 2020," katanya menambahkan.
Upacara penutupan yang juga dihadiri Menpora Imam Nahrawi dan Ketua DPR Ade Komarudin
tersebut dilanjutkan dengan penyerahan bendera PON dari Ahmad Heryawan
selaku Ketua Umum PB PON 2016/Jabar kepada Gubernur Papua Lukas Enembe
yang akan menjadi Ketua Umum PB PON 2020.
Atraksi selanjutnya
adalah hiburan yang menampilkan penyanyi Doe Sumbang dengan lagu
andalannya "Arti Kehidupan", dilanjutkan dengan sederetan artis dan
musisi asal Jabar lainnya, diantaranya Kikan dan Band Coklat, serta Andi
Rif.
Sumber:Kompas.com
Papua Siap Menjadi Tuan Rumah PON XX 2020
Gubernur Papua Lukas Enembe menyatakan daerah siap menjadi
penyelenggara PON XX nanti. “Kami siap, kita bisa berjumpa di Papua
2020,” kata Gubernur Papua Lukas Enembe, Rabu, 28 September 2016.
Lukas mengatakan, sudah mempersiapkan diri. Penyelenggaraan PON XX
kemungkinan paling banyak digelar di Jayapura dan Timika. “Selain
infrastrukturnya paling mantap, juga transportasinya bagus,” kata dia.
Dua kota itu misalnya, sejumlah kota yang bisa didarati pesawat berbadan
besar.
Lukas mengaku, biaya yang dibutuhkan untuk
mempersiapkan diri menadi tuan rumah relatif besar karena harga barang
di daerahnya lebih mahal dibandingkan provinsi lainnya di Indonesia.
Sedikitnya ada 30 cabang olaraga yang kemungkinan dipilih dalam
perhelatan PON XX nanti. “Biaya yang dibutuhkan sekitar Rp 10 triliun
sampai Rp 15 triliun untuk fasilitas dan penyelenggaraan, totalnya,”
kata dia.
Menurut Lukas, semua itu akan dibiayai oleh anggaran
Papua, swasta, dan swadaya masyarakat. “Kita yakin bisa dapatkan itu,”
kata dia. Lukas mengaku, dalam perhelatan PON XX nanti, daerahnya tidak
muluk-muluk. “Kita bisa mendapatkan lima besar atau 10 besar sudah
bagus,” kata dia.
Dalam konfernsi pers itu sempat diserahkan maskot PON XIX sepasang surili pada Gubernur Papua Lukas Enembe. Ketua Umum KONI Tono Suratman mengatakan, penyelengaran PON XX di Papua akan diselenggarakan di lima daerahnya yakni Jayapura, Timika, Wameda, Biak, dan Merauke,” kata dia.
Tono mengatakan, KONI sudah membuat posko di Papua untuk persiapan penyelenggaran PON XX. Soal cabang olahraga yang dipertandingkan, kemungkinan tidak akan sebanyak PON Jawa Barat ini, yang mempertandingkan 44 cabang olaharaga. “Kami sudah evaluasi dan atas arahan Menpora dan beberapa pihak, KONI akan memprioritaskan cabang olaharaga Olimpic, Asian Games, dan Sea Games,” kata dia.
Ketua Umum KONI Tono Suratman mengaku puas dengan penyelenggaraan PON XIX di Jawa Barat. “Kami sangat puas, terutama bagi KONI Pusat mengingat ada pemecahan prestasi dan rekor-rekor nasional yang bermunculan dari berbagai cabang diantaranya renang, dan atletik,” kata dia di kesempatan itu, Rabur, 28 Septembedr 2016.
Tono mengatakan, hasil perhelatan PON XIX ini menjadi bekal KONI dan Pengurus Besar cabang olahraga untuk mempersiapkan atlet untuk berbagai even internasional yang sudah ada di depan mata, diantaranya Sea Games dan Asian Games. “Hasil ini bisa menjadi bahan untuk menyiapkan lapisan-lapisan atlet untuk Sea Games 2017,” kata dia.
Dia juga mengaku puas dengan turunya jumlah pengaduan atas keberatan pertandingan yang berlnajut hinga Dewan Hakim. “Kalau di Riau sampai 41 kasus, kalua di Jawa Barat hanya 9 kasus,” kata Tono.
Kendati demikian, Tono memastikan, akan menjatuhkan sanksi dan hukuman pad sejumlah kasus yang mencuat saat perhelatan PON XIX. “Tidak mungkin orang berbuat salah tidak kita berikan sanksi,” kata dia.
Tono mengatakan, sanksi itu akan diputuskan dalam Rapat Kerja Nasional yang akan digelar selepas perhelatan PON XIX. Sanksi bisa dijatuhkan pada atlet, technical delegate penyelengara PON, hingga Pengurus Besar cabang olahraga. “Yang paling berat itu pemukulan terhadap wasit saat pertandingan gulat, juga pemukulan atlet hoky,” kata dia.
Kontingen Jawa Barat dipastikan akan menjadi juara umum penyelengaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX. “Kita persiapkan diri empat tahun, setelah PON Riau berakhir kami terus bersiap menghadapi PON Jawa Barat 2016 itu rahasianya,” kata Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan dalam konfrensi pers bersama dengan Gubernur Papua Lukas Enembe di Bandung, Rabu, 28 September 2016.
Aher, sapaan Ahmad Heryawan mengatakan, persiapan atlet menjelang PON XIX lebih panjang ketimbang sebelumnya. Saat PON Riau misalnya, Jawa Barat menduduki posisi dua dengan persiapan atlet dan kontingen dua tahun. PON sebelumnya di Kalimantan Timur, Jawa Barat hanya menduduki posisi empat.
Kendati menjadi juara umum, Aher masih merahasikan bonus yang disiapkan bagi atlet dan official yang yang memenangkan mendali PON XIX. “Bonus masih kami rahasiakan dan pada saatnya akan kami umumkan,” kata dia.
Sumber:Tempo.co
PON XIX Jawa Barat
Kontingen Jawa Barat Siap Akhiri Puasa 55 Tahun
BANDUNG - Kontingen Jawa Barat sudah bisa dipastikan
menjadi juara umum Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX tahun 2016 meski
masih ada pertandingan di hari ini. Itu sebagaimana disampaikan Ketua
Umum KONI Jabar, Ahmad Saefudin.
Jabar diketahui sudah
mengoleksi 195 medali emas, 134 medali perak, dan 135 medali perunggu.
Raihan medali emas kontingen Jabar akan sulit dan cukup mustahil
terkejar provinsi pesaing lain yakni Jatim yang berada di peringkat dua
dengan raihan 120 medali emas, 119 medali perak dan 117 medali perunggu.
DKI Jakarta dengan raihan 119 medali emas, 115 medali perak, dan 107
medali perunggu berada di peringkat tiga.
"Sebenarnya, di posisi
189 medali emas pun kita sudah aman dan sudah mencapai 25 persen medali
emas yang diperebutkan di PON XIX. Dan dari cabang olahraga yang masih
menjalani pertandingan pada hari ini, kita pun masih punya peluang
meraih medali emas. Kalau dari perhitungan dan cita-cita saya, kita bisa
meraih setidaknya 203 medali emas," ujar Ketua Umum KONI Jabar, Ahmad
Saefudin seperti dikutip situs resmi PON, Rabu (28/9/2016).
Sekadar
informasi, dari total 756 medali emas yang diperebutkan di PON
XIX/2016, sudah sekitar 86,24 persen medali yang terdistribusikan. Yakni
sebanyak 652 medali emas sudah terdistribusikan di masing-masing cabang
olahraga kepada para juara di setiap nomor pertandingan dan medali emas
yang tersisa yakni sebanyak 104 medali emas.
Keberhasilan Jabar
meraih juara umum PON setelah 55 tahun berpuasa, tak lepas dari kerja
keras semua pihak. Mulai atlet, pelatih, pengurus cabang olahraga,
pengurus KONI Jabar, Pemprov Jabar, hingga seluruh masyarakat tuan
rumah. Gelar juara umum ini pun menjadi salah satu bukti
pertanggungjawaban KONI Jabar sebagai induk olahraga prestasi di Tanah
Pasundan.
"Terimakasih dan hormat saya juga kepada para orang tua
atlet, pimpinan lembaga, instansi serta perusahaan dimana atlet
bertugas, rektor dan kepala sekolah tempat atlet melakukan pendidikan,
serta seluruh masyarakat yang telah mendukung, memberikan kepercayaan
dan harapan kepada kami. Dan yang paling penting dan utama, prestasi
yang diraih ini atas ridho dan inayah dari Allah SWT," terangnya.
Pencapaian
medali emas yang ditorehkan Jabar, dinilainya sangat signifikan. Bahkan
prestasi yang diraih Jabar di PON XIX ini merupakan lonjakan yang luar
biasa.
"Sebelumnya, posisi juara umum PON itu selalu berada di
kisaran 18 sampai 24 persen dari total medali emas. Tapi di PON XIX ini,
kita sudah mencapai 25 persen lebih. Dan ini sudah kita prediksi dan
banyak target medali emas di cabang olahraga yang justru melampaui.
Meski demikian, kita tetap akan lakukan evaluasi sebagai bahan acuan ke
depan sehingga prestasi para atlet ini tetap terjaga dengan baik,"
pungkasnya.
sumber:Sindonews
Minggu, 09 Oktober 2016
PON XIX JAWA BARAT
Pekan Olahraga Nasional XIX
| Pekan Olahraga Nasional XIX | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
|
Berjaya di Tanah Legenda
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Langganan:
Postingan (Atom)







